Sekali Jalan Pulang Pergi *Umur dewasa ≥ 3 tahun, dan umur bayi < 3 tahun.
Gambir
Kota Jakarta
Bandung
Kota Bandung

Mengapa Harus Pesan Di tiket-kereta.com ?

Kemanan Dalam Transaksi

Tiket yang telah dibeli tidak akan hilang dan bisa dicek via email.

Bebas Pilih Tempat Duduk

Kamu bebas memilih tempat duduk juga gerbong sesuai keinginan kamu sendiri.

Gratis Kupon Voucher 100 Ribu

Gratis kupon voucher hotel 100 rb setiap pembelian tiket rute manapun dan harga berapapun.

Bisa Reservasi H-90

Pembelian tiket kereta bisa dilakukan hingga H-90 untuk semua kelas.

Metode Pembayaran Yang Cepat dan Mudah

Kami menyediakan metode pembayaran yang cepat via e-banking, atm dan juga transfer bank.

No Antri

Sudah bukan zamannya untuk mengantri dan bisa pesan dimanapun juga kapanpun.


FAQ Tentang Reservasi Tiket Kereta Api


1. Apa identitas lain yang diperbolehkan saat masuk boarding gate selain KTP ?
Ya kamu bisa Pakai SIM, Kartu Pelajar/Mahasiswa, Buku Nikah, Passpor.
2. Apakah KTP biasa ( non-E KTP ) bisa untuk boarding pass ?
Bisa, selama e-ktp anda masih berlaku dan sesuai dengan nama di tiket.
3. Apakah tiket masih berlaku jika data diri yang saya masukkan untuk booking kereta api ada kesalahan nama dan KTP ?
Masih berlaku selama kesalahan nama masih sedikit seperti cuma satu huruf saja, jika perbedaan huruf terlalu banyak maka tidak berlaku.
4. Apakah Lansia dapat potongan biaya booking tiket ?
Ya, lansia minimal umur 60 tahun dapat diskon 20 %.
5. Apakah saya bisa membatalkan tempat duduk yang sudah saya pesan ?
Bisa, dengan cara membatalkan tempat duduk anda, dan asalkan tempat duduk yang dimaksud masih tersedia. Atau solusinya bisa tukar tempat duduk dengan meminta secara baik-baik kepada pemilik tempat duduk yang diinginkan.
6. Bolehkah saya booking tiket untuk orang lain ?
Ya, kamu bisa booking untuk orang lain untuk teman, pasangan atau keluarga.
7. Bagaimana jika tiket yang sudah saya cetak hilang ?
Bisa dicetak ulang dengan datang ke stasiun terdekat dengan membawa kartu identitas asli sesuai tiket pemesanan.
8. Bagaimana saya bisa mendapatkan diskon?
Kamu bisa mendapatkan diskon maupun promo dengan cara daftar menjadi member di aplikasi.
9. Bagaimana jika saya kesulitan booking ?
Kamu bisa hubungi kami di Live Chat.
10. Kemana saya harus menghubungi jika barang saya ada yang ketinggalan di kereta api ?
Silahkan hubungi PT Kereta Api Indonesia di call center 121 atau datang langsung ke stasiun terdekat untuk memberikan laporan.


Daftar Kereta dan Stasiun Terpopuler di Indonesia


Daftar Kereta dan Stasiun

  • Kereta Api Bangunkarta

        

    Kereta Api Bangunkarta dioperasikan untuk mengangkut penumpang Kelas Eksekutif serta Ekonomi. Kereta ini berada di bawah naungan KAI yang mana ia difungsikan untuk memberi layanan dari Jombang menuju Yogyakarta secara PP. Hal unik apa lagi yang disimpan di dalamnya? Uniknya penamaan Kereta Api Bangunkarta diambil dari nama-nama kota yang ia lalui yaitu Jombang, Madiun, serta Jakarta. Ia pertama kali dioperasikan pada bulan pertama di tahun 1985. Perjalanan berawal dari Stasiun Pasar Senen dengan tujuan menuju Jombang. Adapun jarak tempuh yang dilalui 751 km dan dilakukan selama 12 jam lebih 3 menit.

    KA Bangunkarta sendiri merupakan kereta penerus dari KA Tabuireng dan Anjasmoro yang merute di lintasan yang sama. Kereta ini hanya melayani satu kali keberangkatan saja setiap harinya. Total terdapat 50 kursi yang disusun 2-2 bagi penumpang Kelas Eksekutif. Sedangkan untuk Kelas Ekonomi terdapat 80an kursi dengan formasi 2-2 juga. Selain kursi yang lebih nyaman dan dapat direbahkan, penumpang Kelas Eksekutif akan dimanjakan dengan AC serta hiburan TV LCD. Di samping itu ada juga toilet yang tentunya lebih bagus. Dengan begitu perjalanan tidak akan terasa membosankan oleh fasilitas-fasilitas yang tersedia.

    Untuk harga tiket bagi Kelas Ekonomi sebesar 250-270ribu tergantung dari tipe Ekonominya, Sedangkan bagi Kelas Eksekutif, dipatok tarif sekitar 340-400ribu. Jadi pilih yang mana?

  • Kereta Api Bima

        

    Kereta Api Bima diambil dari singkatan Biru Malam. Sesuai namanya, ia melakukan perjalanan sebagai kereta tidur dengan rute hanya di malam hari. Keberadaan KA Bima sendiri merupakan penerus dari pendahulunya yaitu KA Bintang Senja dan KA Bintang Fajar. Simak penjelasan di bawah ini untuk informasi lebih lengkap. Sebagai kereta tidur, Kereta Api Bima melakukan perjalanan pertama kali sejak tanggal 1 Juni tahun 1967. Jadi hingga saat ini jika dihitung-hitung, KA Bima telah beroperasi selama 55 tahun. Ia bertolak dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Gubeng di Surabaya. KA ini hanya melayani satu kali pemberangkatan setiap harinya.

    Jarak sejauh 820 km mampu ditempuh selama 11 jam 33 menit oleh kereta yang termasuk kategori KA antarkota ini. Perjalanan dilakukan untuk mengangkut penumpang Kelas Eksekutif dan Priority. Kursi bagi penumpang Eksekutif berjumlah sebanyak 50 kursi, sedangkan 28 buah sisanya untuk kelas Priority. Untuk harga tiket KA Bima sendiri cukup bervariasi. Pada hari biasa, keberangkatan Jakarta-Malang dikenakan tarif sebesar 500ribuan. Sedangkan saat weekend, harga naik menjadi sekitar 600ribuan. Lain lagi ketika menyambut hari raya besar seperti Natal atau Lebaran, harga tiket bisa mencapai di kisaran 700ribu karena tingginya permintaan.

    Namun jika mengingat jarak tempuhnya yang memang panjang sebagai penghubung Jakarta dengan Malang, harga tersebut tergolong affordable. Apalagi tentunya tidak setiap hari seseorang menempuh perjalanan yang cukup jauh seperti itu. Jadi keberadaan KA Bima sangat membantu kelancaran perjalanan publik.

  • Kereta Api Gajayana

        

    Kereta Api Gajayana merupakan layanan kereta api yang melakukan perjalanan dari Stasiun Malang ke Stasiun Gambir, begitu pun sebaliknya. Kereta yang dioperasikan oleh KAI ini melayani para penumpang Kelas Eksekutif dan Luxury. Tentu saja hal ini lantas membuat desain gerbongnya sangat mewah dan nyaman. Selama 13 jam 33 menit, Kereta Api Gajayanan melaju di rel dan menempuh jarak 905km. Gajayana sendiri merupakan salah satu raja dari Kanjuruhan yang kerap juga disapa Sang Liswa. Sang raja memerintah pada tahun 760-780. Pertama kali KA Gajayana dioperasikan pada tahun 1999 tepatnya tanggal 28 Oktober dengan layanan Eksekutif dan Bisnis.

    Di mana rangkaian kereta yang dipakai adalah milik KA Turangga yang dilimpahkan ke KA Gajayana. Hal tersebut lantaran KA Turangga telah mendapatkan sejumlah rangkaian baru dari PT INKA. Kemudian pada tahun 2008, KA Gajayana sempat mengalami pembaharuan pada gerbong eksekutifnya dalam proses penyehatan dari PT INKA. Berlanjut pada 26 Mei 2019, KA Gajayana kemudian mengganti layanannya bisnisnya menjadi luxury sampai saat ini. Kelas Luxury memiliki 26 buah kursi penumpang yang disusun dengan formasi 1-2. Kelebihan kursi ini ialah dapat diputar dan direbahkan sampai 140derajat.

    Sedangkan untuk Kelas Eksekutif kursi dengan formasi 2-2 tersebut bisa diputar dan juga direbahkan. Dengan begitu penumpang akan tetap merasa nyaman selama perjalanan. Kelas ini memiliki jumlah kursi yang lebih banyak yakni 50 buah. Namun sayangnya, pasca situasi pandemi, KA Gajayana tidak dioperasikan untuk umum tepatnya pada 18 Juni 2022.

  • Kereta Api Gumarang

        

    Kereta Api Gumarang menempuh perjalanan panjang setiap harinya yakni dari Surabaya hingga Jakarta. Di mana dalam perjalanan tersebut ia membawa lima gerbong untuk Kelas Eksekutif, dan sembilan gerbong sisanya untuk Kelas Bisnis. Sejak tahun 2022 tepatnya 1 Februari, KA Gumarang menambah rute hingga ke Stasiun Cikarang. Usia Kereta Api Gumarang bisa dibilang cukup muda. Ia pertama kali dioperasikan pada 20 Mei tahun 2001. Dengan waktu perjalanan dimulai sejak sore hari, KA Gumarang memiliki layanan untuk Kelas Eksekutif dan Bisnis. Awalnya kereta ini melakukan perjalanan dari Surabaya Pasarturi hingga ke Stasiun Gambir Jakarta Pusat.

    Namun berdasarkan pertimbangan, maka lokasi pemberhentian pun dialihkan menuju Pasarsenen Jakarta. Hal tersebut berlaku hingga saat ini. Pertimbangan utamanya ialah JAKK mendapatkan penambahan gerbong dari depo kereta lainnya. Oleh sebab itulah KA Gumirang beroperasi bersama kereta lainnya. “Partner” KA Gumurang yang dimaksud ialah KA Kertajaya, KA Tawang Jaya, dan KA Jayakarta. Jadi bisa dibilang rangkaian keseluruhannya sangatlah panjang sehingga cocok untuk menempuh rute yang jauh.

    Untuk Anda yang ingin menikmati perjalanan bersama KA Gumarang, bisa melakukannya dengan biaya di kisaran 230an ribu rupiah. Perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta nantinya juga akan diselingi dengan persinggahan ke beberapa stasiun terdekat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal keberangkatan, bisa dilihat di situs-situs agar lebih update.

  • Kereta Api Harina

        

    Kereta Api Harina merupakan KA yang memberikan rute pelayanan dari Stasiun Bandung ke Surabaya tepatnya Pasarturi. Di mana perjalanan tersebut dilakukan melalui jalur sebelah utara Jawa sehingga melewati rute Cikampek lalu ke Semarang dan Bojonegoro. Nama Kereta Api Harina berasal dari Bahasa Sanskerta yang berarti Antelop India, yang mana keberadaan hewan tersebut kini terancam punah. KA Harina dirilis bertujuan untuk membantu KA Ciremai yang memiliki rute Semarang ke Bandung. Oleh sebab itu tidak mengherankan jika kedua kereta ini memiliki lintasan pada jalur yang sama.

    Pada dasarnya, KA Harina sendiri merupakan penerus dari KA Mahesa yang telah beroperasi terlebih dahulu. Namun karena kritikan dari pengguna yang tidak terlalu baik karena lintasannya jauh, maka KA Mahesa pun diberhentikan pengoperasiannya. Kemudian baru pada tahun 2003 tanggal 20 Mei, KAI mengadakan perombakan. Di hari itulah KA Harina diperkenalkan untuk menyambung perjalanan KA Ciremai. Di mana sebelumnya rute panjang dari KA Ciremai dan KA Harina dilakukan sendiri oleh KA Mahesa secara PP. Hal ini tentu saja kurang efisien karena panjangnya jarak tempuh kerap menyebabkan keterlambatan jadwal PP.

    Dengan perjalanan yang berawal dari Stasiun Bandung, KA Harina memiliki pemberhentian di Stasiun Surabaya Pasarturi. Total diperlukan waktu setidaknya 11 Jam 26 menit untuk menyelesaikan rute sepanjang 730km. Adapun frekuensi keberangkatannya hanya satu kali saja dan tidak PP.

  • Kereta Api Jayabaya

        

    Kereta Api Jayabaya melayani rute keberangkatan dari Pasar Senen menuju Malang. Terdapat layanan untuk Kelas Eksekutif dan Ekonomi Plus di dalam gerbongnya. Kereta yang berada di bawah naungan KAI ini melewati jalur Jawa bagian utara yakni Cirebon, Semarang, lalu menuju Surabaya. Mendengar nama Jayabaya, pastinya kita langsung tertuju pada seorang nama pemimpin Kerajaan Kediri yang terkenal. Raja Jayabaya diketahui memerintah sekitar tahun 1135-1159 dan terkenal akan keakuratan ramalannya. Kereta Api Jayabaya mengangkut penumpang yang hendak menuju ke Malang, dari Stasiun Pasar Senen Jakarta.

    Di awal kemunculannya pada 18 Oktober 2014, KA Jayabaya hanya melayani penumpang di Kelas Ekonomi Plus saja. Namun dikarenakan anemo masyarakat yang menyukai penggunaannya, maka KAI kemudian menambah layanan Eksekutif. Hal tersebut dilakukan pada tahun 2019 tepatnya 1 Desember. Perjalanan dilakukan dengan memakan waktu sekitar 13 jam 39 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 820km. Keunggulan dari KA Jayabaya ini ialah mampu menempuh waktu yang singkat diantara semua kereta dengan rute yang sama. Hal tersebut lantaran ia mengambil rute di utara Jawa yang lebih pendek.

    Diketahui untuk sampai ke tujuan akhir, KA Jayabaya melalui Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol. Bagi pengguna Kelas Eksekutif, terdapat 50 kursi yang bisa dipilih. Sedangkan bagi pengguna Ekonomi Plus disediakan kursi lebih banyak yakni dari 64 kursi dan bisa ditambah menjadi total 80 kursi.

  • Kereta Api Kamandaka

        

    Kereta Api Kamandaka merupakan salah satu kereta di bawah naungan KAI. Ia beroperasi melayani penumpang Kelas Ekonomi, Ekonomi Plus dan Eksekutif. Kereta ini melakukan pelayanan dari Semarang Tawang menuju Cilacap dengan melewati Tegal Kroya. Simak informasi lainnya berikut ini. Kereta Api Kamandaka termasuk jenis kereta aglomerasi karena ia melayani rute di kawasan aglomerasi. Wilayah tersebut merupakan kawasan dengan daerah yang saling terkait dan dapat disatukan, meskipun dalam administrasinya berbeda. Kereta ini dirilis untuk beroperasi pertama kali pada tanggal 17 Februari 2014 oleh KAI.

    Stasiun pemberangkatan pertama ada di Stasiun Semarang Tawang yang kemudian masuk ke pemberhentian akhir di Stasiun Purwokerto dan Cilacap. Dari Semarang Tawang menuju Purwokerto, ditempuh dengan jarak 244km dan diselesaikan dengan waktu 5 jam. Sedangkan tujuan Cilacap ditempuh selama 6 jam berjarak 305km. Terdapat tipe dudukan sesuai dengan kelas-kelasnya. Untuk Kelas Eksekutif tersedia sebanyak 50 kursi, sedangkan untuk Ekonomi biasa 80 kursi. Begitu juga dengan jumlah kursi bagi pemegang tiket Ekonomi Plus sebanyak 80 buah. Untuk layanan Kelas Eksekutif, disediakan hiburan sehingga menambah rasa betah selama perjalanan.

    Tersedia juga bagasi untuk mengangkut berbagai barang-barang bawaaan. Sepanjang perjalanan, penumpang disajikan berbagai jenis panorama, dari sawah, ladang, dan lain-lain. Namun selama melewati jalanan tersebut, terdapat sekelompok orang yang sering melempari KA Kamandaka dengan batu. Insiden yang terjadi pada 26 Juli 2015 tersebut kemudian berakhir dengan penangkapan pelaku yang ternyata masih duduk di bangku SD. Petugas KAI Daerah V melakukan peringatan dan kemudian insiden berujung damai.

  • Kereta Api Lodaya

        

    Kereta Api Lodaya menghantarkan para penumpangnya dari Stasiun Solo menuju Stasiun Balapan. Ia melayani perjalanan para Kelas Ekonomi Premium serta Eksekutif dengan lintasan berjenis rel berat. Kereta ini berada dalam naungan pengoperasian KAI daerah operasi II Bandung. Penasaran selengkapnya? Kereta Api Lodaya dioperasikan pertama kalinya pada 11 Maret 1992 dengan lintasan Bandung-Yogyakarta. Awalnya kereta tersebut melakukan perjalanan berbeda, yakni di waktu malam adalah jadwal KA Yogyakarta yang diberi nama KA Senja Mataram. Sedangkan untuk rute siang diambil oleh KA Fajar Pajajaran.

    Selanjutnya karena minat penggunaannya cukup tinggi, maka pada September 1992, rutenya pun diperpanjang sampai ke Stasiun Solo-Balapan. Kemudian barulah pada tahun 2000 tepatnya tanggal 12 Mei, diadakan perombakan oleh KAI. Di mana KA Senja Mataram dan KA Fajar Pajajaran digantikan oleh Lodaya. Jadi KA Lodaya kini mengambil jadwal dua kali keberangkatan, yakni siang dan malam. Tersedia sekitar 50 buah kursi untuk Eksekutif. Sedangkan Kelas Ekonomi Premium memiliki kursi yang lebih banyak yakni 80 kursi. Kedua jenis kelas tersebut sama-sama memiliki tipe kursi dengan formasi 2-2.

    Lodaya pun menyediakan hiburan bagi penumpangnya. Dengan begitu perjalanan selama hampir 8 jam 23 menit tersebut dapat dilalui tanpa terasa. Adapun untuk jarak tempuh dari rute yang dilalui ialah sepanjang 286mil. Demi memberikan kenyamanan ekstra, kaca jendela telah dilengkapi isolator anti panas serta tirai yang bisa dibuka tutup dengan leluasa.

  • Kereta Api Logawa

        

    Kereta Api Logawa memberikan pelayanan dari Stasiun Purwokerto menuju Jember yang melalui Gubeng Surabaya, dan sebaliknya. Nama Logawa sendiri diambil dari sebuah sungai di berlokasi di Kabupaten Banyuwas yaitu Kali Logawa. Sungai tersebut merupakan anak dari Kali Serayu. Kereta Api Logawa memberikan layanan bagi penumpang Kelas Ekonomi dan Bisnis. Pertama kali ia dioperasikan pada tahun 1999 tepatnya tanggal 21 April. Jadi kurang lebih ia telah beroperasi selama 23 tahun. Di awal kemunculannya, kereta satu ini sempat melayani penumpang menuju Cilacap.

    Dalam perjalanannya mencapai Purwokerto, gerbang dibagi menjadi dua, satu menuju Jember dan yang lain ke Stasiun Cilacap. Namun kemudian pada tahun 2011, layanan ke Cilacap ditiadakan. Jadi kini KA Logawa hanya memberikan angkutan dari Purwokerto menuju Jember saja. Kemudian demi meningkatkan kenyamanan penumpang, tepat pada 1 November 2019 KAI memutuskan untuk menambah layanan Kelas Bisnis. Maka jadilah hingga kini, KA Logawa memberikan pelayanan bagi penumpang Bisnis dan Ekonomi. Selama pengoperasiannya, kereta hanya melakukan satu kali perjalanan saja.

    Untuk bisa menuntaskan jarak tempuh sepanjang 672km, KA Logawa melakukan perjalanan selama 13 jam 20 menit. Di dalam gerbong terdapat fasilitas restorasi, dan basic lain seperti toilet, pemadam, hingga penyejuk ruangan. Total terdapat sekitar 170 kursi penumpang, dengan konsentrasi terbanyak ada pada layanan Ekonomi sebanyak 106 buah. Untuk sisa kursi sebanyak 64 buah lainnya, disediakan bagi penumpang Kelas Bisnis dengan arah kursi yang bisa leluasa diatur-atur. Untuk harga tiketnya sendiri cukup variative tergantung kelas yang dipilih, yakni antara Rp74ribuan untuk Ekonomi, sampai Rp200ribuan bagi penumpang Bisnis.

  • Kereta Api Malabar

        

    Kereta Api Malabar merupakan kereta yang melayani keberangkatan Malang-Bandung yang melewati Blitar-Yogyakarta. Penamaan Malabar sendiri diambil dari sebuah gunung yang berlokasi di Jawa Barat, yakni Gunung Malabar. Kereta ini cukup unik karena ia melayani semua jenis penumpang dalam satu transportasi. KA Malabar memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap. Di dalam gerbongnya terdapat layanan bagi penumpang kelas Ekonomi, Bisnis, dan Eksekutif. Ketiganya diistilahkan dengan kelas New Image, Plus, dan Modif, yang mana bisa dinikmati di dalam satu kereta.

    Kereta Api Malabar beroperasi pertama kali pada tahun 2010. Di mana ia melayani masyarakat Malang yang hendak melakukan perjalanan ke Bandung. Per Desember 2019, KA Malabar pernah mengalami perpanjangan rute sampai ke Stasiun Pasar Senen. Namun pada 1 September 2020, pemberhentian akhirnya dikembalikan lagi ke Stasiun Bandung. Untuk yang ditempuh, mencapai 792km, dalam waktu 13 jam lebih 50 menit. Jarak yang cukup panjang ini memungkinkan penumpang untuk beristirahat selama perjalanan. Mereka juga menyediakan fasilitas hiburan yang diperuntukkan bagi penumpang eksekutif. Namun jika beruntung, kelas Ekonomi pun berkesempatan menikmatinya juga jika dirasa perlu.

    Kereta api memang termasuk sarana transportasi yang praktis sejak zaman dahulu. Apalagi kereta saat ini dibuat dengan teknologi canggih sehingga bisa mengantarkan penumpang ke tujuan dengan lebih cepat. Selain itu untuk rute KA Malabar ini sendiri, penumpang akan dibuai oleh panorama persawahan yang indah sepanjang perjalanan.

  • Kereta Api Malioboro Ekspres

        

    Kereta Api Malioboro Ekspres menyediakan Kelas Ekonomi Plus dan juga Eksekutif. Ia dioperasikan oleh KAI untuk melayani rute perjalanan pulang pergi Malang-Yogyakarta. Nama Malioboro diambil dari sebuah jalan yang terkenal dan iconic di wilayah Yogyakarta. KA satu ini termasuk “muda” karena baru beroperasi sejak tahun 2012 pada 21 September. Kereta Api Malioboro Ekspres Malang-Yogja dioperasikan pertama kali pada 2012. Pasca perilisannya, banyak penumpang yang gemar menggunakannya sebagai pilihan perjalanan ke kota tujuan. Sebab itulah pada 2015, KAI kemudian menambah jumlah pengoperasian Malboro Ekspres bahkan hingga dua kali lipat demi memenuhi tingginya permintaan.

    Kereta api ini termasuk jenis KA antarkota dengan status yang masih fakultatif. Hal tersebut lantaran gerbong Malioboro Ekspres kerap dipinjamkan juga untuk operasi kereta lainnya yakni KA Kertanegara. Untuk menempuh jarak Malang-Yogyakarta sejauh 393km, maka kereta ini memakan waktu sekitaran 7jam. Untuk Eksekutif, terisi total kursi sejumlah 50 buah dengan formasi 2-2. Sedangkan bagi mereka yang memiliki Ekonomi Plus dengan formasi yang sama memiliki total kursi sebanyak 80 tempat duduk. Sayangnya kursi Ekonomi ini tidak bisa direbahkan, dan posisi duduknya saling berhadap-hadapan.

    Kenyamanan KA Malioboro Ekspres terletak pada kelengkapan fasilitas yang dimiliki. Tidak hanya jendela yang menampilkan panorama indah, namun juga lapisan isolatornya ternyata mampu menahan panas. Ada juga bagasi, toilet yang bersih, hingga lampu baca. Jadi selama perjalanan yang ditempuh, penumpang dipastikan senantiasa aman dan nyaman.

  • Kereta Api Mutiara Selatan

        

    Kereta Api Mutiara Selatan yang dikenal dengan KA Mutsel merupakan layanan KAI untuk rute perjalanan dari Surabaya ke Stasiun Bandung. Mereka menyediakan kelas Eksekutif dan Premium yang bisa dipilih sesuai keinginan penumpang. Lebih lanjut kereta yang mulai dioperasikan pada 17 Agustus 1972 ini, pesonanya tetap eksis hingga sekarang. Melihat dari sejarah Kereta Api Mutiara Selatan yang pada awal peluncurannya melayani Kelas Bisnis dan Eksekutif. Namun pada 1999 tepatnya bulan Oktober, KA Mutsel meniadakan layanan Kelas Eksekutifnya. Lebih lanjut seiring berjalannya waktu, layanannya pun berubah lagi menjadi hanya untuk Kelas Ekonomi Plus di tahun 2016.

    Di mana perubahan kelas tersebut dilakukan karena adanya ketidaknyamanan dari penumpang kereta. Terdapat beberapa masalah pada gerbong yang mengganggu kenyamanan seperti jarak antar kursi yang terlalu mepet. Kemudian dari sana, KAI mulai membenahi KA Mutsel hingga rutenya pun diperpanjang dari Gubeg ke Stasiun Gambir. Kemudian kereta pun melalui serangkaian perbaikan gerbong yang mana gerbong baru tersebut dioperasikan sejak 2019 tepatnya 1 April. Dengan begitu, KA Mutsel pun kembali menyediakan Kelas Eksekutif dan Premium. Mengingat adanya pandemi yang menyebabkan penumpang sepi, maka rute dikembalikan lagi dari Gubeg ke Bandung.

    KA Mutsel memang telah lama menjadi pilihan bagi mereka yang hendak berangkat dari Stasiun Gubeg Surabaya menuju Bandung. Dengan jarak tempuh yang panjang sekitar 697km, mampu diselesaikannya dalam waktu 12 jam 15 menit. Setiap harinya KA ini melayani satu kali keberangkatan saja. Tertarik mencobanya?

  • Kereta Api Mutiara Timur Malam

        

    Kereta Api Mutiara Timur Malam merupakan salah satu layanan kereta api berpenumpang Eksekutif dan Ekonomi Plus. Dengan status pengangkutan awal dari Ketapang, kereta akan bergerak menuju Stasiun Yogyakarta. Kereta ini termasuk “pemain lama” karena telah dioperasikan sejak 6 Maret 1972. Pada dasarnya pengoperasian Kereta Api Mutiara Timur Malam tidak dilaksanakan setiap hari. Kalaupun beroperasi, biasanya satu kali saja dalam sehari, baik dari Ketapang ke Yogyakarta maupun sebaliknya. Sejak dioperasikan sekitar 50tahun lalu, KA ini telah mengalami perubahan rute hingga akhirnya sampai pada rute sekarang.

    Kapasitas yang dimiliki cukup besar sehingga bisa mengangkut paling sedikit 440 penumpang dan paling banyak 1.000an orang per harinya. Di mana ia menempuh jarak Ketapang-Yogjakarta sejauh 614km yang mampu diselesaikan dalam waktu kurang lebih 11 jam 45 menit. Terdapat paling banyak kursi untuk Kelas Ekonomi yakni sekitar 80 kursi. Hal tersebut dikarenakan demandnya lebih banyak dibandingkan penumpang eksekutif yang hanya ada 48 kursi. Uniknya, kursi eksekutif dapat disenderkan untuk rebahan dan bahkan diputar. Namun tidak demikian halnya dengan kursi pada penumpang ekonomi.

    Keunggulan KA Mutiara Timur Malam ialah memiliki bagasi yang dapat dipakai menyimpan berbagai barang-barang. Selain itu disediakan juga toilet yang nyaman serta lampu baca yang memudahkan penumpang membaca atau bekerja di dalam kereta. Untuk kacanya sendiri sudah dilengkapi isolator, panorama duplek, dan tirai.

  • Kereta Api Mutiara Timur Siang

        

    Kereta Api Mutiara Timur Siang adalah kereta besutan KAI yang memiliki layanan bagi Kelas Eksekutif dan Ekonomi Plus. Kereta api tersebut melakukan perjalanan dari Ketapang menuju Yogjakarta. Di mana hal tersebut dilakukan dengan melalui Surabaya Gubeng secara PP. Kereta Api Mutiara Timur Siang pertama kali dijalankan pada tahun 1972 yakni sekitar tanggal 6 Maret. Ia melayani Kelas Bisnis dan Ekonomi. Kemudian seiring dengan perubahan permintaan, maka pada tahun 1996 KA Mutirara Timur Siang mengganti layanannya menjadi Eksekutif dan Bisnis.

    Dikarenakan efek pandemi, maka gerbong KA Mutiara Timur Siang sempat menganggur selama beberapa saat di Stasiun Yogjakarta. Hal tersebut dikarenakan permintaan yang menurun pasca dikeluarkannya aturan PPKM di berbagai tempat. Barulah kemudian pada 25 Februari 2022, gerbong Mutiara kembali dipakai. Di mana ia digunakan untuk membantu perjalanan KA Joglosemarkerto. Selanjutnya pemakaiannya pun berpindah kembali. Kali ini KA Mutiara dipakai KA Fajar dengan rute Yogjakarta-Pasarsenen Jakarta.

    Secara umum, jalur aslinya dari Ketapang ke Yogjakarta, ditempuh dengan jarak 614km. Adapun waktunya pun juga cukup panjang yakni hingga 11 jam 45 menit. Namun dikarenakan rutenya terlalu panjang dengan harga yang mahal menyebabkan KA Mutiara mulai sepi peminat. Padahal kapasitas daya tampung penumpang paling sedikit 440 orang dan paling banyak sampai 1.000 orang. Tentunya perjalanan KA Mutiara Timur Siang dalam melakukan pelayanan memang penuh lika-liku. Apakah ia akan tetap bertahan?

  • Kereta Api Ranggajati

        

    Kereta Api Ranggajati menyediakan layanan untuk Kelas Bisnis dan Eksekutif. Di mana mereka melayani rute perjalanan dari Cirebon-Jember dengan total jarak tempuh sebesar 729km. Waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 14 jam 8 menit sehingga cukup efektif sebagai sarana bepergian. Diluncurkan pertama kali pada 1 November 2016 lalu menjadikan kereta ini pilihan transportasi Cirebn-Jember. Mereka memberikan dua pilihan layanan sesuai kemampuan yakni Bisnis dan Eksekutif. Penamaan Ranggajati sendiri diambil dari nama seorang tokoh penyebar agama Islam di Cirebon yakni Ki Gede Ranggajati.

    Selain menyebarkan agama Islam, rupanya Ki Gede Ranggajati juga berkontribusi dalam pemindahan pusat Cirebon ke Kota Sumber. Maka hingga kini kawasan tersebut pun menjadi Ibu Kota Cirebon. Ada total sekitar 114 kursi di dalam gerbong Kereta Api Ranggajati. Di mana 50 kursi berformasi 2-2 yang diperuntukkan bagi Kelas Eksekutif. Kelebihan kursi Eksekutif ialah senderannya dapat direbahkan bahkan diputar dengan jarak yang cukup lega.

    Sedangkan sisanya sebanyak 64 kursi juga berformasi sama untuk Kelas Bisnis. Kursi tersebut dapat diatur arahnya. Tentu dibandingkan Kelas Bisnis, kursi Eksekutif dibuat dengan space yang lebih memadai demi kenyamanan. KA Ranggajari memang diperuntukkan untuk mereka yang hendak bepergian dari Cirebon menuju Jember. Dengan jenis rel berat, mereka mampu melakukan satu kali perjalanan dalam sehari. Kaca duplek yang digunakannya memungkinkan penumpang untuk melihat pemandangan indah di luar jendela.

  • Kereta Api Sawunggalih

        

    Kereta Api Sawunggalih adalah KA yang menghadirkan layanan untuk kelas Ekonomi Premium. Berada di bawah naungan KAI, ia melakukan perjalanan dari Stasiun Kutoarjo ke Stasiun Pasar Senen. Adapun jalur yang dilalui ialah wilayah Purwokerto. KA Sawunggalih melayani secara PP. Nama Kereta Api Sawunggalih diambil dari nama salah satu tokoh agama anak buah dari Pangeran Diponogoro yakni Kyai Sawunggalih. Kyai Sawunggalih juga akrab disapa dengan sebutan Tumenggung Kartawiyogo Sawunggalih. Ia merupakan salah satu panglima pasukan terpenting pada era Perang Diponogoro yang berlangsung pada tahun 1825-1830.

    Di dunia perkeretaapian, KA Sawunggalih termasuk salah satu yang senior. Bagaimana tidak, ia mulai dioperasikan pada tahun 1977 tepatnya di akhir bulan Mei. KA ini memberikan layanan untuk Kelas Ekonomi dan Bisnis secara campur. Kemudian setelah beberapa dekade beroperasi, barulah tahun 1984, Kelas Ekonomi ditiadakan. Seluruh kelas telah dijadikan tipe Bisnis sepenuhnya. Sedangkan bagi mereka yang hendak menuju rute yang sama namun dengan Kelas Ekonomi, dapat menggunakan KA Kutojaya. Jarak tempuh yang dilalaui ialah sepanjang 447km yang diselesaikan dalam waktu sekitar 7 jam.

    Dalam sehari kereta ini memungkinkan untuk melakukan dua kali perjalanan. Total ada sekitar 130 kursi yang disediakan untuk para penumpang. Untuk layanan observasi tersedia kaca panorama duplek, isolator, dan tirai. Jadi meski kereta tua, penumpang tetap bisa nyaman tanpa kepanasan terpapar matahari dari jendela selama perjalanan.

  • Kereta Api Singasari Melibas

        

    Kereta Api Singasari menyediakan rute perjalanan dari Blitar ke Stasiun Pasar Senen di Jawa bagian selatan. Perjalanan ini melewati Purwokerto-Yogyakarta-Solo secara PP. Penamaan KA satu ini diambil dari nama sebuah kerajaan bercorak Siwa-Budha yang berpusat di Jawa Timur yakni Kerajaan Singasari. Diambil dari nama kerajaan terkenal yang didirikan Ken Arok pada tahun 1.222 silam membuat KA satu ini lekat dengan sejarah. Padahal jika dilihat dari usianya, bisa dibilang Kereta Api Singasari Jakarta-Blitar memiliki umur yang masih muda. Pasalnya ia pertama kali dioperasikan pada tanggal 17 Juni 2017.

    Jadi per tahun 2022 ini, usianya baru lima tahun. Kereta ini dioperasikan di bawah naungan KAI dengan keberangkatan dari Blitar menuju Pasar Senen Jakarta. Jarak tempuhnya cukup panjang yakni sejauh 832km yang dapat dilaluinya dalam waktu sekitar 13 jam 41 menit. Sebelumnya rute ini dijalankan oleh KA Krakatau yang kemudian diganti KA Singasari. Dikarenakan rutenya yang panjang, maka dalam sehari KA Singasari menempuh hanya satu kali perjalanan saja. Di setiap perjalanan tersebut tersedia jenis Kelas Eksekutif serta Ekonomi Plus yang bisa disesuaikan dengan anggaran masing-masing penumpang. Ukuran kereta ini cukup panjang dengan total kursi sebanyak 210 buah.

    Para penumpang eksekutif disediakan hiburan dalam gerbongnya untuk dinikmati selama perjalanan. Selain itu selama perjalanan, penumpang tidak akan kepanasan karena kaca jendela telah dilengkapi isolator anti panas. Dengan begitu perjalanan panjang Blitar-Jakarta pun terasa lebih menyenangkan.

  • Kereta Api Sri Tanjung

        

    Kereta Api Sri Tanjung yang juga disebut Sritanjung adalah kereta besutan KAI yang memberikan layanan bagi penumpang Kelas Ekonomi. Transportasi ini memberikan pelayanan perjalanan dari Lempuyangan menuju ke Ketapang, dan begitu pun sebaliknya. Berikut informasi lengkap lainnya. Penamaan Kereta Api Sri Tanjung berasal dari sebuah cerita rakyat yang berkembang di wilayah Banyuwangi. Sri Tanjung sendiri merupakan nama istri dari Raden Sidopekso yang menjadi asal-usul dari Banyuwangi. Perjalanan dari Lempuyangan menuju Ketapang dan sebaliknya dilakukan dengan total sembilan gerbong lainnya.

    Dari total sembilan gerbong tersebut tujuh kereta dipakai mengangkut penumpang, satu gerbong untuk pembangkit, dan satu gerbong sebagai bagasi kargo. Untuk tarif kereta, dikarenakan semua kursi adalah untuk Kelas Ekonomi maka biayanya pun murah yakni 88ribu sampai 94ribu rupiah saja. Harga itu tergantung dari jarak tujuan penumpang. KA Sri Tanjung termasuk kereta yang beroperasi antar kota. Di mana ia berada dalam daerah pengoperasian IX Jember. Peluncuran kereta yang dilakukan pada tahun 1986 ini merupakan pengganti dari pendahulu sebelumnya yakni KA Argopuro. Adapun jarak tempuh yang dilalui ialah sepanjang 613km dengan waktu kisaran 13 jam.

    Untuk pelayanan bagi Kelas Ekonomi, mereka menyediakan kursi sebanyak 106 tempat duduk yang menggunakan formasi 3-2. Kursi penumpang diletakan secara berhadapan dan tidak bisa direbahkan sebagaimana fasilitas Kelas Ekonomi standar KAI lainnya. Penggunaan kaca duplek yang dilengkapi isolator panas memungkinkan penumpang menikmati perjalanan dengan nyaman. Demi kenyamanan tambahan, gerbong juga dilengkapi dengan pendingin ruangan, alat pemadam, dan toilet.

  • Kereta Api Sribilah

        

    KAI menjadikan Kereta Api Sribilah sebagai transportasi dengan pilihan beberapa kelas. Kereta ini melayani rute perjalanan dari Medan ke Rantau Papat dan begitu pun sebaliknya. Uniknya meski sudah cukup tua, ia masih mampu mengangkut penumpang dengan optimal. Bagaimana tidak, KA Sribilah pertama kali beroperasi pada 10 Agustus 1978. Kereta Api Sribilah awalnya muncul dengan layanan Ekonomi yang merupakan didatangkan dari Yugoslavia. Kini ia memberikan layanan Bisnis dan Eksekutif seiring dengan permintaan masyarakat yang meminta pemberian AC pada rute perjalanan yang jauh.

    Di mana sebelum tahun 2013, rute yang hanya melayani Kelas Bisnis saja tanpa pendingin ruangan sebagaimana pada Kelas Eksekutif. Selanjutnya dari tahun 2019 kemudian diadakan penambahan kelas yakni Ekonomi Premium, berikut juga pemanjangan rutenya. Untuk saat ini KA Sribilah mampu melakukan empat kali perjalanan dengan rute pulang pergi dalam sehari. Dengan jenis rel berat, mampu membuatnya menempuh jarak sejauh 165mil dalam waktu sekitar enam jam. Terdapat total 50 kursi untuk Kelas Eksekutif dan 64 kursi bagi pengguna Kelas Bisnis.

    Dengan mengenal kereta api yang beroperasi di Indonesia, diharapkan kita jadi lebih memahami bagaimana legendnya transportasi satu ini. Namun sayang, dikarenakan pandemi yang membatasi orang-orang bepergian rupanya berdampak pada eksistensi KA Sribilah. Maka per tahun 2022 ini, KA Sribilah hanya melayani Kelas Bisnis dan Eksekutif saja.

  • Kereta Api Tegal Bahari

        

    Hanya ada satu kelas yang disajikan oleh Kereta Api Tegal Bahari yakni Ekonomi. Meski begitu hal ini tidak mengurangi minat masyarakat untuk menggunakannya selama bepergian dari Pasarsenen ke Tegal. Pasalnya meski sempat vakum sejenak dalam melayani penumpang, pada akhirnya KA ini hadir kembali. Rute kereta Api Tegal Bahari masuk ke dalam kategori KA antarkota. Jadi ia merupakan penghubung antara Pasarsenen Jakarta dengan kota Tegal secara PP. KA ini termasuk serumpun dengan KA Cirebon Ekspres pasca pemanjangan lintasan sampai ke tegal yang dilakukan pada tahun2007.

    Pada tahun 2007 hingga 2016, KA Tegal Bahari menyajikan layanan Kelas Eksekutif dan Bisnis. Hanya saja pada perjalanannya, akhirnya pihak KAI mengganti layanan menjadi Ekonomi New Image dan Eksekutif, tepatnya dari 2016 sampai 2019. Kereta ini akhirnya diberhentikan beroperasi pada 2019 tepatnya tanggal 15 Agustus. Hal tersebut lantaran KAI memutuskan untuk menggantinya dengan KA Argo Chirebon. Namun rupanya kevakuman tersebut tidak berlangsung lama. Pasalnya pada 26 Maret 2022, KA Tegal Bahari kembali dioperasikan. Ia dikombinasikan dalam rangkaian KA Progo yang juga sempat vakum selama beberapa waktu di Jakarta.

    Total tempat duduk yang ditawarkan sebanyak 106 buah bangku. Formasi kursi menggunakan skema 3-2. Penumpang dalam gerbong duduk berhadap-hadapan. Namun sayangnya sandaran kursi tidak bisa direbahkan. Meski tidak ada hiburan di dalam kereta, tetapi terdapat bagasi penyimpanan, toilet, hingga kaca antipanas.

  • Stasiun Alastua

        

    Stasiun Alastua atau Alastuwa adalah stasiun kereta api berkategori kelas II dengan lokasi tepatnya di Kelurahan Tlogomulyo-Pedurungan Semarang. Wilayah ini termasuk dalam Daerah Operasi VI Semarang dan berada pada ketinggian 6meter. Jika dilihat dari geografisnya maka stasiun ini terletak di arah paling timur Semarang.

    Stasiun Alastua ATA termasuk ke dalam jalur kereta api pertama di Tanah Air melalui Stasiun Kemijen NIS ke Stasiun Tanggung. Mulanya pembangunan tersebut dilakukan pada masa Kolonial Belanda di bawah penanganan perusahaan kereta api mereka yang bernama NIS.

    Pasca Stasiun Tambaksari tidak dioperasikan lagi, maka secara otomatis Stasiun ATA inilah yang dinobatkan sebagai stasiun KA tertua di Indonesia. Bagaimana tidak, stasiun ini telah diresmikan pada tahun 1867. Jadi kini usianya telah mencapai 155 tahun. Sebuah usia yang panjang dari stasiun yang menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa. Jika ada kereta dari timur yang akan menuju barat, maka di sinilah tempat pemberhentiannya. Terlebih-lebih jika ada kendala di Stasiun Semarang Tawang atau di Jalan Raya Kaligawe. Secara konstruksi, stasiun ini berbentuk pulau dengan total memiliki 6 jalur.

    Satu-satunya kereta yang melakukan pemberhentian di Stasiun ATA ialah KA Gedung Sepur. Di mana kereta tersebut masuk kategori komuter dengan lintasannya dari Poncol ke Ngrombo secara PP. Saat ini diketahui stasiun tertua tersebut melayani rute Semarang-Ngromboh. Akses menuju lokasi pun sangat mudah karena letaknya yang strategis.

  • Stasiun Bandung

        

    Stasiun Bandung disebut juga dengan Stasiun Hall adalah stasiun yang melayani kereta api besar kelas A. Stasiun yang saat ini resmi dikelola oleh PT KAI tersebut terletak pada ketinggian 709meter. Awal berdirinya, hanya terdapat sebuah gedung sebagai bangunan stasiun saja, namun setelah perombakan dijadikan dua bangunan dalam sebuah kawasan.

    Stasiun Bandung Hall berlokasi di jalan hotmix. Jadi dari utara beralamat di Jalan Kebon Kawung 43, sedangkan area selatan ialah Jalan Stasiun Timur 1. Bisa dibilang stasiun ini cukup tua dan memiliki nilai sejarah yang panjang. Gagasan awal dibangunnya kawasan ini ialah rencana pembukaan perkebunan di Bumi Parahyangan tahun 1870. Setelah gagasan dikemukakan, maka beberapa tahun kemudian yakni 1884 tepatnya tanggal 17 Mei dilakukanlah peresmian Stasiun Hall. Dengan peresmian tersebut maka para tuan-tuan tanah perkebunan di Bandung dapat dengan mudah mengirim hasil buminya ke Batavia. Sebagai tambahan, gudang-gudang juga didirikan berdekatan dengan Stasiun Hall yakni kawasan Ciroyom, Braga, Kosambi, Andir, Pasirkaliki, Cibangkong dan sekitarnya.

    Secara keseluruhan, kawasan Stasiun Hall menggunakan gaya Art Deco. Desain tersebut lahir pada masa Perang Dunia 1 dan mulai ditinggalkan pada zaman Perang Dunia II. Untuk keseluruhan jalur, total terdapat sepuluh buah sehingga sangat menunjang efisiensi lalulintas di stasiun ini.

  • Stasiun Blimbing

        

    Stasiun Blimbing melayani kereta api kelas kecil tipe III dengan lokasi di Kecamatan Blimbing sebagaimana penamaannya. Pemberhentian ini berada di rute paling utara kota Malang dan mendapat manajemen dari anak perusahaan PT KAI yakni KAI Commuter. Dari tiga jalur yang dimilikinya, dua jalur lain termasuk tipe sepur lurus.

    Pada masa pemerintahan kolonial, Stasiun Belimbing BMG dijadikan sebagai stasiun untuk persinggahan trem. Di mana kala itu perusahaan trem tersebut beroperasi di kawasan Malang di bawah perusahaan trem Belanda bernama MS. Dulunya stasiun ini memang hanya dioperasikan sebagai tempat singgah sementara bagi kereta maupun trem.

    Bisa dibilang stasiun ini cukup tinggi yakni sekitar 460meter di atas permukaan laut. Stasiun BMG adalah stasiun yang berada di kawasan operasi VIII Surabaya. Total terdapat tiga jalur di stasiun ini di mana dua di antaranya termasuk sebagai jalur sepur lurus. Untuk jumlah peron yang dimiliki total terdapat dua peron dengan lokasi yang sama-sama rendah. Stasiun BMG pertama kalinya dibuka pada 15 Februari tahun 1903 dengan panjang awal sekitar 6km. Di mana ia merupakan bagian dari rute Glintung ke Aloon-aloon yang sejajar dengan ruas protokol kota Malang. Tujuan utama pembangunan rute tersebut ialah sebagai pengangkutan berbagai komoditas hasil bumi.

    Untuk bisa mencapai stasiun ini, penumpang hanya perlu menempuh jarak sekitar 200m melalui Malang-Tumpang yang merupakan jalan utama.

  • Stasiun Cicalengka

        

    Stasiun Cicalengka yang juga kerap disebut CCL adalah salah satu stasiun yang berlokasi di Cicalengka-Bandung. Ketinggian stasiun ini cukup tinggi yakni sekitar 689m dan masuk dalam Daerah Operasi Bandung II. Dengan adanya pemekaran kawasan Bandung, stasiun ini termasuk kategori utama sehingga sehari-hari selalu sibuk dan ramai pengunjung.

    Kebanyakan penumpang yang mendatangi Stasiun Cicalengka CCL adalah pelajar serta karyawan yang bekerja di kawasan sekitaran Cicalengka, Cikancung, dan Nagreg. Disebabkan jalurnya yang cukup menikung, stasiun satu ini memiliki sinyal pengulangan mekanik di barat dan timur.

    Meski masih memiliki corong air yang kerap dipakai pada kereta uap, namun sistem tersebut sudah lama tidak difungsikan. Sistem yang diterapkan pada stasiun ini cukup unik. Jika penumpang dalam kereta belum sepenuhnya turun, maka penumpang baru tidak diperkenan naik. Hal ini untuk mengurangi resiko berdesak-desakan di dalam gerbong.

    Pasca pembukaan lima jalur kereta api di kawasan Priangan, maka Stasiun CCL ini pun dibuka secara resmi. Di mana stasiun ini cukup tua karena telah beroperasi sejak tahun 1884 bertepat pada tanggal 10 November. Jika kereta api telah masuk ke Cicalengka, maka perjalanan akan diteruskan menuju Garut ke arah timur.

    Jika pada peresmiannya dulu stasiun ini dikelola oleh pemerintah Hindia-Belanda melalui Staatsspoorwegen, maka kini pengelolaan diserahkan kepada PT KAI. Stasiun yang beralamat di Cicalengka Kulon Nomer 1 ini masuk ke dalam kawasan operasional tingkat dua Bandung.

  • Stasiun Cimekar

        

    Stasiun Cimekar merupakan stasiun yang melayani pengangkutan dan pemberhentian kereta kelas kecil. Dengan begitu ia dikategorikan sebagai stasiun bagi KA kelas III. Berlokasi di tempat yang strategis yakni Stadion Gelora Bandung Lautan Api, tepatnya di antara perbatasan Bandung dengan Kabupaten Bandung. Awalnya Stasiun Cimekar berada di ketinggian 670m yang kemudian dirombak menjadi 668m saja. Kawasan pendiriannya termasuk ke dalam Area Operasi tingkat II Bandung. Uniknya biarpun dinamai Cimekar, namun rupanya ia terletak cukup jauh ke selatan dari Desa Cimekar. Lokasi tepatnya stasiun ini ialah Desa Cibiru Hilir.

    Secara geografis, stasiun ini merupakan pemberhentian kereta yang berlokasi di sebelah paling barat Bandung. Jika stasiun-stasiun yang terletak di lintasan Padalarang hingga Kasugihan telah berusia tua, bisa dibilang Cimekar ini masuk dalam kategori stasiun baru. Di mana kawasan ini dibuka resmi pada 21 Maret tahun 2000. Sebelum di area ini didirikan stasiun, mulanya ia hanya merupakan kawasan pemberhentian bernama CED, singkatan dari Ciendog. Pasca dijadikan sebagai stasiun permanen, maka Cimekar memiliki dua titik pemberhentian untuk dua jalur kereta dengan dua jalur sepur lurus.

    Lokasinya pun sangat strategis karena sangat dekat dengan rumah-rumah penduduk sehingga menjadi alternatif transportasi pilihan warga sekitar. Untuk kawasan yang berdekatan dengan jangkauan stasiun ini ialah Masjid Terapung Al-Jabar. Selain itu Stadion Gelora Bandung Lautan Api, hingga Markas Polda Jawa Barat pun sangat mudah dicapai.

  • Stasiun Gambir

        

    Stasiun Gambir merupakan salah satu stasiun kereta api terbesar yang melayani pemberangkatan dan pemberhentian KA kelas A. Stasiun ini diambil dari nama lokasi pendiriannya yakni Kelurahan Gambir di pusat Jakarta, bertepat di sebelah timur Tugu Monas. Dengan ketinggian 16meter, ia masuk dalam wilayah pengoperasian 1 Jakarta.

    Dari segi lokasi, posisi Stasiun Gambir cukup strategis. Pasalnya selain dekat dengan Tugu Monas, Gereja Immanuel Gambir dan Gedung Kwartir Nasional pun tidak jauh dari sana. Sebelum dinamakan Gambir, stasiun ini dulunya bernama Stasiun Weltevreden yang diberikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

    Kemudian setelah dilaksanakan perbaikan besar-besaran pada tahun 1930, nama stasiun berganti lagi menjadi Stasiun Batavia Koningsplein. Bisa dibilang stasiun ini termasuk salah satu yang tertua. Di mana ia pertama kali berdiri dan dioperasikan pada tahun 1871. Jadi kurang lebih telah beroperasi selama sekitar 151 tahun.

    Jika ditotal, stasiun yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka sebelah Timur bernomor 1 ini memiliki empat buah jalur kereta api. Di mana dari keempat jalur, jalur kedua dan ketiganya merupakan sepur lurus. Ada yang khas dari tempat ini. Pengelola menggunakan instrumen lagu Kicir-Kicir sebagai bel untuk kedatangan kereta. Jika ditotal, Stasiun di Gambir tersebut memiliki total tiga tingkatan. Di tingkat satu akan ditemukan ATM, jajaran tempat makan, aneka toko, aula utama, serta loket. Masuk ke tingkat dua merupakan tempat tunggu yang dipinggir-pinggirnya berjejer resto fast food dan kantin. Sedangkan tingkat akhir merupakan jalur kereta.

  • Stasiun Gedebage

        

    Stasiun Gedebage yang kerap disebut juga GDB ini berlokasi di Cisaranten Kidul tepatnya Gedebage-Bandung. Berada pada ketinggian 672meter dan berlokasi di wilayah paling timur Bandung menjadikan ia masuk ke dalam Daerah Operasi Tingkat II. Berikut ini adalah sajian fakta-fakta Stasiun GDB. Stasiun Gedebage GDB total memiliki empat buah jalur yang masih aktif. Di mana pada bagian utara terdapat jalur 2 dengan sepur lurus. Sedangkan jalur 3 dan 4 dimanfaatkan sebagai lokasi bongkar muatan barang-barang angkutan dengan jalur tambahan lagi di sisi bagian selatan.

    Pada tahun 1999 tepatnya sejak 6 April, stasiun ini mulai menggunakan sinyal elektronika. Dengan begitu pengaturan jarak tiap-tiap kereta yang melaju menjadi lebih mudah. Sekarang Stasiun GDB hanya digunakan untuk bongkar muat kontainer dalam peti-peti kemas. Jadi jarang ada penumpang kereta yang datang ke sini. Perubahan fungsi tersebut dilakukan seiring dengan dioperasikannya Terminal Peti Kemas Bandung. Hal ini ditegaskan pula dalam SK Menteri Perhubungan pada 23 Desember 1987. Proyek tersebut telah dicanangkan dan mendapat anggaran melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun pada masa pemerintahan Orde Baru.

    Dengan pembangunan terminal dan stasiun tersebut, diharapkan kelancaran pengiriman barang-barang dalam peti kemas menjadi lebih maksimal. Selanjutnya sebagai upaya pemerintah dalam memaksimalkan akses menuju Kereta Cepat Jakarta ke Bandung, maka stasiun ini dijadikan sebagai jalur ganda dengan melakukan perombakan di sejumlah titik.

  • Stasiun Haurpugur

        

    Secara administratif, Stasiun Haurpugur termasuk ke dalam Daerah Operasi II Bandung. Lokasinya berada di ketinggian 689m dan termasuk stasiun pemberhentian untuk kereta api kelas kecil (III). Haurpugur sendiri diambil dari nama desa yang terletak di Kecamatan Rancaekek. Namun secara geografis stasiun ini terletak jauh dari lokasi tersebut.

    Stasiun Haurpugur atau disingkat HRP awalnya hanyalah sebuah halte khusus kereta api yang kemudian dibesarkan menjadi stasiun. Bahkan halte tersebut hanya terbuat dari kayu. Kemudian dilakukan perubahan status yang membuat bangunan diperbaharui menjadi lebih besar dan permanen yang tentunya lebih bagus. Total terdapat dua jalur pada area ini di mana Jalur 2 adalah sepur lurus. Adapun peron di stasiun ini berjumlah dua buah dengan bentuk satu peron berupa pulau, dan yang lainnya adalah peron sisi. Menyambut perencanaan proyek jalur ganda di kawasan Bandung Raya, maka terdapat peningkatan rel di beberapa titik.

    Dari arah barat dengan muara Stasiun Gedebagede, dibangun rel tambahan pada tahun 2020. Kemudian proyek dilanjutkan di tahun 2022 dengan pembangunan rel ke arah timur sampai ke Stasiun Cicalengka. Penambahan rel tersebut diharapkan bisa semakin mengefisiensikan akses dari Jakarta Bandung dan sebaliknya. Pembaharuan pun kembali dilakukan pada tahun 2022, di mana seluruh sistem dari sinyal mekanik telah diganti menjadi sinyal elektrik. Dengan begitu teknologi yang dipakai pun bisa jauh lebih akurat dan modern.

  • Stasiun Jakarta Kota

        

    Stasiun Jakarta Kota merupakan stasiun untuk kereta api besar di kelas A. Ia berada di kawasan Kota Tua tepatnya di Jalan Stasiun Kota Nomor 1, Pinangsia-Jabar. Berada pada ketinggian 4meter, pemberhentian kereta ini memiliki luas lahan 325hektar. Lokasi ini masuk dalam Daerah Operasi 1 di kawasan Jabotabek. Stasiun Jakarta Kota juga akrab disebut sebagai Stasiun Kota atau Beos. Pemerintah zaman Hindia-Belanda memberikan nama resmi Batavia-benedenstad. Kemudian ketika penjajahan beralih kepada kekuasaan Jepang, ia pun diganti kembali menjadi Stasiun Djakarta. Jadi penamaan Stasiun Jakarta, merujuk pada penamaan resmi Jepang tersebut.

    Keberadaan stasiun ini cukup menimbulkan kontroversi. Pasalnya beberapa pihak menyarankan adanya renovasi di beberapa titik sebagai wilayah komersil. Padahal di satu sisi, kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai area cagar budaya. Maka tidak mengherankan di sekitar wilayah tersebut banyak dijumpai bangunan-bangunan kuno. Sebagaimana Kota Tua yang memiliki nilai sejarah, Stasiun Jakarta ini pun juga merupakan saksi perkembangan peradaban Indonesia. Bagaimana tidak, usia stasiun ini cukup tua yakni berkisaran 93 tahun. Ia dibuka pertama kali secara resmi pada tanggal 8 Oktober 1929 oleh pemerintah Hindia-Belanda.

    Dikarenakan lokasinya yang melegenda dengan banyak bangunan-bangunan bersejarah, tidak mengherankan jika stasiun ini beberapa kali dijadikan lokasi syuting video klip. Dari band-band era lampau hingga artis masa kini kerap melakukan pemotretan dan syuting di lokasi tersebut. Tentunya dengan nuansa klasik, stasiun ini memang tidak ada matinya.

  • Stasiun Jatinegara

        

    Stasiun Jatinegara merupakan stasiun untuk kereta api kelas besar. Lokasinya pun begitu strategis karena berdekatan dengan perbatasan antara Matraman dengan Jatinegara. Stasiun ini beroperasi di daerah tingkat 1 Jakarta dan berada di ketinggian 16meter. Uniknya tempat ini merupakan jalur pertemuan dari tiga kereta api sekaligus, apa saja? Stasiun Jatinegara merupakan stasiun yang menghubungkan antara Jakarta dengan kota-kota lain di luarnya. Dari sinilah akses menuju kota-kota lain melalui jalur-jalur kereta api bisa ditempuh kecuali untuk Bogor dan Banten. Hal tersebut lantaran untuk menuju dua wilayah itu, sudah digunakan KRL.

    Awal mulanya sebelum dinamai Jatinegara, stasiun ini dinamakan Meester Cornelis. Nama itu diambil dari nama seorang guru yang mengabdikan diri untuk mengajari anak-anak di sekitar wilayah itu. Selain mengajari pelajaran, ia juga seorang umat Kristen yang giat melakukan kotbah-kotbah keagamaan. Setelah usainya penjajahan Belanda dikarenakan masuknya Jepang, mereka pun kemudian mengubah nama stasiun tersebut menjadi Jatinegara. Hal tersebut dikarenakan pemerintah Jepang tidak menginginkan unsur-unsur Belanda di tatanan sosial masyarakat jajahannya. Jadi pada waktu itu diadakan perombakan nama-nama tempat umum secara masif.

    Sebagai ciri khas dari stasiun ini, digunakanlah instrumen musik lagu tradisional Jali-Jali dan Kicir-Kicir untuk pemberitahuan kedatangan kereta. Aturan tersebut mirip dengan yang diberlakukan di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir. Untuk saat ini stasiun tersebut berada di bawah pengelolaan PT KAI.

  • Stasiun Lempuyangan

        

    Stasiun Lempuyangan yang juga disebut LPN merupakan stasiun kereta api besar bertipe B yang diperuntukkan bagi KA kelas besar. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dari Stasiun Tugu Yogyakarta yakni sekitaran hanya 1km saja. Stasiun ini masuk dalam kategori daerah tingkat VI Yogyakarata dan memiliki ketinggian sekitar 114m. Stasiun Lempuyangan LPN berlokasi di Bausasran Danurajen-Yogyakarta. Di kawasan inilah dilakukan pelayanan untuk KRL Commuter Line yang merupakan anak perusahaan dari KAI serta KA Ekonomi. Penamaan Lempuyangan diambil dari sebuah desa yang tidak jauh di sebelah selatan stasiun yakni Tegal Lempuyangan.

    Untuk pertama kalinya, Stasiun LPN didirikan dan diresmikan pada 2 Maret 1872 di bawah pengawasan pemerintah Hindia-Belanda. Di mana stasiun ini merupakan titik berakhirnya rute tiga kota yakni Semarang-Solo-Yogyakarta. Tujuan dibuatnya stasiun ini ialah sebagai penyokong industri gula yang banyak bertumbuh di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta.

    Pada waktu itu, perkebunan dan pabrik gula memang tumbuh subur di kawasan tersebut. Hasil dari pabrik nantinya diangkut dengan kereta api menuju Batavia. Meski pabrik-pabrik itu milik saudagar-saudagar Belanda, namun keberadaannya memegang peran penting dalam kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Bahkan pesatnya perkembangan pabrik gula juga mempengaruhi cita rasa makanan daerah itu menjadi lebih manis ketimbang wilayah lainnya. Awalnya hanya ada 4 jalur kereta api di Stasiun LPN. Namun seiring dengan peningkatan kebutuhan, maka kini KAI telah menyediakan 11 jalur.

  • Stasiun Manggarai

        

    Stasiun Manggarai berlokasi di Kelurahan Manggarai-Tebet kawasan Jakarta Selatan. Ia masuk dalam kawasan operasi tingkat 1 untuk kawasan Jakarta. Dengan luas 2.47hektar, sukses menjadikannya sebagai stasiun kereta api terbesar se DKI Jakarta. Stasiun ini pun melayani KAI Commuter yang tak lain adalah anak perusahaan KAI sendiri.

    Stasiun Manggarai pertama kali dibuka bertepatan pada Hari Buruh Internasional yakni tanggal 1 Mei tahun 1918. Jadi jika dihitung-hitung, stasiun ini berusia cukup tua sudah kurang lebih 104 tahun. Dari awalnya melayani kereta uap, pada tahun 1927 di tanggal dan bulan yang sama, pemerintah memutuskan untuk melakukan elektrifikasi. Sehingga kereta-kereta tersebut kemudian dijalankan dengan mesin-mesin bertenaga listrik sebagai pengisian dayanya. Dinamakan Manggarai karena berlokasi dekat dengan Perkampungan Manggarai. Di kampung tersebut, hidup para budak-budak transmigran dari daerah Manggarai di Pulau Flores-NTT.

    Semenjak dibangun sampai saat ini, tidak ada perbedaan yang mencolok dari bangunan di stasiun tersebut. Selama beberapa kali proses renovasi, pemerintah tetap mempertahankan bentuk asli dari gedungnya. Jadi bisa dibilang stasiun ini merupakan salah satu saksi sejarah peninggalan dari pemerintah Hindia-Belanda. Selanjutnya pada tahun 2016, KAI Commute bersama aktivis cinta KRL melangsungkan rapat yang membahas rencana pengembangan stasiun ini. Hal tersebut sebagai tindak atas banyaknya keluhan yang berdatangan terkait antrean tambahan penumpang per tahunnya. Maka pada tahun 2017, dilakukan renovasi dan penataan ulang seluruh area stasiun.

  • Stasiun Pasar Senen

        

    Stasiun Pasar Senen merupakan stasiun yang ditujukan bagi kereta api kelas besar tipe A. Lokasinya sangat strategis karena dekat dengan gelanggang remaja yang kerap ramai didatangi remaja sebagai tempat mengisi waktu luang. Wilayah ini masuk ke dalam Daerah Operasi Tingkat 1 Jakarta dan dibangun pada ketinggian 4.7meter. Bangunan pada Stasiun Pasar Senen PSE yang kini dipakai merupakan salah satu peninggalan sejarah. Ia bahkan diresmikan sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.

    Di mana stasiun tersebut dibuka secara resmi pada 19 Maret tahun 1925. Jadi total usianya kini ialah telah mencapai 97 tahun. Namun pembangunannya memakan waktu cukup lama sekitar sembilan tahunan yakni dimulai sejak tahun 1916. Dikarenakan berlokasi di wilayah Pasar Senen, maka nama tersebut pun kemudian diambil untuk penamaan stasiunnya. Pasalnya pasar tersebut hanya dibuka tiap hari senin saja semenjak didirikan oleh pemerintah Kolonial Belanda. Dikarenakan kondisinya yang kian hari kian ramai, maka kemudian diputuskan untuk dibuka setiap hari.

    Sebagai sambutan atas Pasar Senen yang semakin ramai, maka pemerintah memutuskan membangun transportasi di sekitar sana. Hal inilah yang kemudian mendorong pembukaan stasiun oleh Perusahaan Kereta Api Batavia Timur. Setelah Indonesia merdeka, maka pengelolaan stasiun ini kini diserahkan kepada PT KAI. Sebagaiman stasiun KAI lainnya yang berlokasi di wilayah Jakarta, stasiun ini pun diberikan keunikan. Instrumen lagu Kicir-Kicir akan dipasang sebagai penanda kedatangan kereta.

  • Stasiun Semarangponcol

        

    Stasiun Semarangponcol yang kerap dimudahkan menjadi Stasiun Poncol SMC berada di Purwosari-Semarang Utara. Dengan ketinggian 3meter, stasiun ini memberikan layanan khusus bagi KA besar dengan tipe B. Ia adalah stasiun utama kedua dengan nomor satunya dipegang oleh Stasiun Tawang dan berlokasi di wilayah operasi IV Semarang. Stasiun Semarangponcol SMC adalah lokasi pemberhentian bagi KA Komuter dan KA Ekonomi. Selain itu tempat inipun menjadi pemberhentian favorit bagi angkutan barang-barang yang dibawa oleh kereta api jalur tengah. Peran Stasiun SMC pun didukung oleh Stasiun Alastua.

    Jadi ketika salah satunya berkendala misalnya terjadi banjir di Stasiun SMC, maka rute kereta akan dialihkan menuju Stasiun Alastua. Kereta ini didirikan di bawah naungan SCS yang merupakan perusahaan kereta api Belanda. Pasca perolehan izin, SCS mulai melakukan pembangunan jalur kereta sejak tahun 1895.

    Pengerjaan membutuhkan waktu dua tahun sehingga baru bisa diresmikan pada 1897. Pada masa itu, SCS memfokuskan Stasiun Poncol ini untuk mengangkut hasil-hasil bumi serta penumpang. Jadi pemandangan berbagai komoditas pun menjadi hal biasa di gerbong-gerbong keretanya seperti minyak tanah, pupuk, dan gula. Ada 9 jalur yang difungsikan di Stasiun Poncol. Kanopi hanya dimiliki oleh jalur 1, 2, 3. Jalur 4 dan 5 berupa sepur lurus. Masuknya sistem kelistrikan di sini mulai diresmikan pada tahun 2019. Uniknya, setiap kereta yang tiba, maka pengelola stasiun akan memutarkan instrument khas daerah yakni lagu Caping Gunung.

  • Stasiun Semarangtawang

        

    Stasiun Semarangtawang diperuntukkan bagi kereta api besar bertipe A. Ia dibangun di kawasan Kota Lama Semarang dan juga kerap disebut sebagai Stasiun Tawang. Lokasi tepatnya ialah Kelurahan Tanjung Mas-Semarang Utara. Dengan lokasi yang sangat strategis, menjadikan stasiun ini sebagai stasiun utama di kota tersebut. Jika dilihat dari ketinggiannya yang hanya 2meter saja, Stasiun Semarangtawang SMT termasuk rendah. Namun hal tersebut tidak membuatnya urung dijadikan sebagai stasiun utama di Semarang hingga Jateng bagian utara. Tidak heran stasiun yang masuk dalam wilayah operasi IV Semarang ini termasuk yang tersibuk sehari-harinya.

    Lokasinya yang berada di jalur lintas utara dan tengah ini sangat strategis karena mampu menjangkau hampir ke semua kawasan. Pelayanannya pun sangat lengkap yakni dari KA antar kota berbagai kelas seperti Ekonomi, Eksekutif, dan sebagainya. Nama Semarangtawang diambil dari nama desa yang ada di dekat lokasi yakni Kampung Tawang. Jika hendak ke stasiun ini tidak ada salahnya sempatkan diri berkunjung ke beberapa obyek wisata. Pasalnya Stasiun Tawang berdekatan dengan Pasar Johar serta Kota Lama Semarang.

    Pembangunan stasiun ini telah direncanakan sejak awal tahun 1911 oleh NIS sebagai perusahaan kereta api kolonial. Hal tersebut lantaran jalur yang diresmikan sebelumnya pada 1873 lalu sudah sangat sulit difungsikan normal karena terkena banjir rob. Akhirnya stasiun tawang pun mulai dikerjakan sejak 29 April 1911 dan dioperasikan pada 1914.

  • Stasiun Surabaya Gubeng

        

    Banyak yang mengira bahwa Stasiun Surabaya Gubeng ada dua. Padahal sebenarnya lokasinya hanya di satu tempat hanya saja terdapat dua pintu dengan dua bangunan yang juga berbeda. Untuk Gubeng Lama kini hanya melayani kereta-kereta kecil dengan kelas ekonomi. Lain halnya dengan Gubeng Baru yang dikhususkan bagi penumpang eksekutif. Keberadaan Stasiun Surabaya Gubeng menjadi salah satu yang terpenting karena merupakan pemberhentian utama di kawasan Gerbangkertosusilo Surabaya. Stasiun ini termasuk yang terminus untuk gerbang Surabaya, baik bagi lintasan utara maupun timur Jawa. Selain itu ia merupakan tempat pemberhentian beberapa KA jalur tengah dan selatan.

    Awalnya stasiun ini merupakan milik Staatsspoorwegen yang merupakan perusahaan kereta di masa kolonial. Ia diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878 yang mana dimasukkan ke dalam proyek-proyek pembangunan rel Pasuruan-Surabaya. Pertama kalinya stasiun ini dibangun pada bagian barat rel KA. Sebagaimana perkembangan teknologi di masa itu, stasiun ini dibangun menggunakan sistem persinyalan mekanik. Kemudian sistem pun diganti menjadi lebih canggih dengan teknologi elektrik pada tahun 197an ke atas. Staatsspoorwegen membangun stasiun ini dengan desain khas perusahaan mereka yang disebut Chalet.

    Desain Chalet memiliki keunikan pada bagian pembangunan tembok-tembok yang tebal dan juga tinggi. Hal ini menjadikan bangunan terlihat kokoh dan megah. Selain itu masih ditambahkan pula jendela-jendela besar serta sulur-sulur yang terbuat dari besi. Uniknya lagi, stasiun Gubeng Lama pernah dijadikan sebagai ruang kerja ketika Ir. Soekarno menjadi pelajar di Technische Hoogeschool te Bandoeng. Kini kampus tersebut telah berganti nama menjadi ITB. Dikarenakan nilai sejarah yang dimiliki, maka bangunan Gubeng Lama ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Walikota Surabaya. Dengan begitu desain tersebut harus tetap dipertahankan.

  • Stasiun Surabaya Kota

        

    Stasiun Surabaya Kota memiliki sebutan yang unik yakni Stasiun Semut. Ia merupakan satu dari tujuh stasiun peninggalan zaman Belanda yang masih aktif hingga saat ini. Pertama kalinya stasiun ini diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878 di bawah pemerintah Kolonial Belanda yakni J.W. Van Lasberge. Awal mula pembangunan Stasiun Surabaya Kota dilakukan ialah untuk mempermudah hasil-hasil bumi dari Jawa Timur ke Batavia dan daerah sekitarnya. Hal ini merupakan terusan dari pembukaan jalur kereta antara Surabaya Pasuruan dan Malang yang memiliki panjang 115km.

    Rupanya seiring waktu, kebutuhan akan kereta api di tanah Jawa mulai meningkat. Oleh sebab itu pada tahun 1911 dilakukan konstruksi ulang demi peningkatan efisiensinya. Bahkan kemudian peningkatan ini pun dilakukan lagi pada 1930. Di mana Stasiun Semut dijadikan sebagai rute terakhir dari kereta ekspres terbaik pada masanya. Sejak pendiriannya hingga kini, pemerintah masih mempertahankan bentuk bangunan awalnya. Hal tersebut dikarenakan sejak tahun 1996, Walikota Surabaya menjadikan kawasan tersebut sebagai cagar budaya. Jadi bentuk konstruksinya tidak boleh diubah sebagaimana bangunan cagar budaya lain di sekitar sana.

    Adapun jalur-jalur yang disediakan seluruhnya berjumlah 14 buah. Pembaharuan sistem pun beberapa kali dilakukan seiring dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi. Sejak tahun 2014, sinyalnya telah menggunakan listrik yang mana sebelumnya masih memakai sinyal secara mekanik.

  • Stasiun Surabaya Pasar Turi

        

    Stasiun Surabaya Pasar Turi juga disebut sebagai Stasiun Pasar Turi adalah pemberhentian bagi kereta-kereta besar bertipe A. Memiliki lokasi yang strategis yakni di perbatasan antara Kelurahan Tembok Dukuh dengan Gundih. Berada pada ketinggian 1meter saja, ia termasuk ke dalam Daerah Operasi VIII Surabaya. Dengan tinggi hanya 1meter saja, menjadikan Stasiun Surabaya Pasar Turi SBI ini sebagai stasiun terendah di wilayah operasi VIII Surabaya. Bahkan jika dilihat-lihat ia juga merupakan stasiun terendah se-Indonesia. Meski begitu tidak menghalangi stasiun ini menjadi pemberhentian kereta nomor dua utama di kawasan Surabaya.

    Bagi rute kereta api yang mengambil jalur utara Jawa, maka Stasiun SBI ini merupakan rute perjalanan terakhir mereka. Selain itu di sini pun juga melayani kereta api lintas kota di tengah Jawa, komuter, serta lokal. Sedangkan untuk kawasan selatan, dilayani oleh Stasiun Gubeng dan Stasiun Semut. Jika stasiun-stasiun bersejarah lain yang ada di kawasan Surabaya merupakan andil dari perusahaan OJSM, namun tidak begitu dengan stasiun ini. Meski sama-sama didirikan pemerintahan Hindia-Belanda, namun SBI dibangun oleh perusahaan swasta Belanda lainnya yakni NIS.

    NIS mengajukan izin pasca keberhasilannya mendulang keuntungan pada 1890an. Kemudian tahun 1897, mereka pun diperbolehkan memperluas jalur-jalur kereta baru demi kemajuan transportasi di era itu. Dengan begitu masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih mudah baik untuk bepergian maupun mengangkut hasil-hasil bumi.

  • Stasiun Wonokromo

        

    Stasiun Wonokromo WO berlokasi di Kecamatan Wonokromo Jatim dan berada pada ketinggian 7meter. Stasiun ini melayani pemberhentian dan keberangkatan kereta api besar dengan tipe C. Bertepat di bagian selatan, menjadikan stasiun ini tempat masuk bagi kereta-kereta yang baru tiba dari selatan seperti Banyuwangi atau Malang. Awalnya Stasiun WO mempunyai total tujuh jalur namun kini hanya tinggal lima saja yang difungsikan. Jalur 1 dipakai untuk pemberangkatan kereta ekonomi yang menuju ke arah barat daya kota Madiun. Jalur 2 dan 3 bergerak ke selatan yakni Sidoarjo. Jalur 4 sebagai lokasi parkir bagi kereta yang beristirahat, dan Jalur 5 jarang terpakai.

    Stasiun WO berbeda dengan Stasiun Wonokromo Kota, meski penamaan yang diberikan mirip karena terletak di lokasi yang berdekatan. Jika WO adalah tempat pengoperasi kereta yang dibangun oleh Staatsspoorwegen, maka WO Kota didirikan oleh Oost-Java Stoomtram Maatschappij. Di mana WO Kota digunakan untuk trem dan merupakan satu-satunya jalur yang masih bisa dilihat. Namun kini trem-trem tersebut sudah tidak beroperasi lagi. Pasca hengkangnya Belanda dari Indonesia, maka kepengurusan dari Stasiun WO diserahkan kepada PT KAI. Stasiun ini pun kemudian dimasukan ke dalam Daerah Operasi VIII di kawasan Surabaya.

    Berdasarkan SK Walikota Surabaya yang terbit pada tahun 2013, kawasan Stasiun WO ini pun ditetapkan sebagai cagar budaya. Dengan begitu pemerintah ke depannya tetap mempertahankan desain dari arsitektur stasiun ini sehingga tidak akan berubah dari masa ke masa.

  • Stasiun Yogyakarta

        

    Stasiun Yogyakarta adalah stasiun utama yang ada di DIY. Di sinilah dilakukan pelayanan untuk kereta api berukuran besar kelas satu. Posisi tepatnya ada di Kelurahan Sosromenduran-Gedongtengen Yogyakarta. Adapun ketinggian yang dimiliki ialah kurang lebih 113meter. Berikut informasi selengkapnya. Menjadi stasiun utama, membuat Stasiun Yogyakarta DIY yang disebut juga Stasiun Tugu ini dikelola oleh lebih dari satu perusahaan. Di dalamnya terdapat manajemen dari KAI Commuter, KAI Wisata, dan KAI Bandara. Jalur-jalur pada stasiun ini terbentang membujur dari arah barat timur dengan lokasi di kawasan Kemantren Gedongtengen.

    Hampir semua kelas kereta dilayani di stasiun ini terkhususnya kereta eksekutif. Untuk kereta ekonomi dialihkan ke Stasiun Lempuyangan yang jaraknya hanya 1km dari Stasiun utama DIY. Stasiun ini merupakan lokasi pemberhentian terakhir untuk rute KRL Yogyakarta Solo hingga bagi beberapa rute kereta api antar kota lainnya. Mulai dioperasikan sejak 20 Juli 1887 menjadikan stasiun ini salah satu yang tertua di Yogyakarta. Dibangun pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, gedung stasiun dibuat dengan gaya Art Deco. Desain ini sangat populer pada masa Perang Dunia Pertama dan mulai kehilangan pamor ketika memasuki Perang Dunia Dua.

    Berdasarkan catatan sejarah, Stasiun DIY dulunya dijadikan perjalanan akhir dari Kereta Luar Biasa Kepresidenan pertama pada masa pemerintahan Ir. Soekarno. Hal tersebut dilangsungkan ketika pemindahan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Dengan begitu dari sejak dibangun hingga kini, stasiun tersebut memegang banyak peran penting.


  • PERSYARATAN DAN KETENTUAN ANGKUTAN PENUMPANG KERETA API

    Dengan ini Anda menyatakan persetujuan terhadap Persyaratan dan Ketentuan Angkutan Penumpang Kereta Api termasuk tidak terbatas ketentuan reservasi dan akan mematuhi persyaratan dan ketentuan Reservasi, termasuk pembayaran, mematuhi semua aturan dan pembatasan mengenai ketersediaan tarif serta bertanggung jawab untuk semua biaya yang timbul dari penggunaan fasilitas Reservasi Online Tiket Kereta Api.

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhak atas kebijaksanaan untuk mengubah, menyesuaikan, menambah atau menghapus salah satu syarat dan kondisi yang tercantum di sini, dan/atau mengubah, menangguhkan atau menghentikan setiap aspek dari Reservasi Online Tiket Kereta Api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) tidak diwajibkan untuk menyediakan pemberitahuan sebelum memasukkan salah satu perubahan di atas dan/atau modifikasi ke dalam Reservasi Online Tiket Kereta Api.

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menggunakan informasi pribadi yang Anda berikan melalui Fasilitas ini hanya untuk tujuan reservasi dan pencatatan database pelanggan PT Kereta Api Indonesia (Persero) termasuk tidak terbatas untuk kepentingan loyalty program.

    Anda tidak dibenarkan menggunakan fasilitas ini untuk tujuan yang melanggar hukum atau dilarang, termasuk tetapi tidak terbatas untuk membuat reservasi yang tidak sah, spekulatif, palsu atau penipuan atau menjualnya kembali secara tidak sah. PT Kereta Api Indonesia (Persero) dapat membatalkan atau menghentikan penggunaan atas fasilitas ini setiap saat tanpa pemberitahuan jika dicurigai.

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) tidak menjamin bahwa Reservasi Online Tiket Kereta Api akan bebas kesalahan, bebas dari virus atau elemen lain yang berbahaya.

    Syarat dan ketentuan fasilitas ini diatur dan ditafsirkan sesuai peraturan internal PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia.

    KETENTUAN UMUM

    • Tarif sudah termasuk asuransi.
    • Penumpang berusia 3 tahun atau lebih dikenakan tarif dewasa.
    • Penumpang berusia dibawah 3 tahun (infant) ke satu dari satu penumpang dengan tarif dewasa jika tidak mengambil tempat duduk sendiri tidak dikenakan bea.
    • Tiket hanya berlaku untuk pengangkutan dari stasiun keberangkatan ke stasiun kedatangan sebagaimana tercantum dalam tiket.
    • Dalam hal penumpang memiliki lebih dari satu tiket KA (tiket terpisah) yang memiliki sifat persambungan/terusan, penumpang tertinggal oleh KA terusannya diakibatkan KA yang dinaiki sebelumnya terlambat atau sebab lainnya maka untuk tiket KA terusannya hangus, tidak ada pengembalian bea. Pastikan tersedia waktu yang cukup.
    • Tiket berlaku dan sah apabila nama dan nomor kereta api, tanggal dan jam keberangkatan, kelas dan relasi perjalanan yang tercantum dalam tiket telah sesuai dengan Kereta Api yang dinaiki.
    • Kedapatan tidak memiliki tiket yang sah diatas KA diturunkan dari kereta api pada kesempatan pertama
    • Tiket tidak bisa dibatalkan ataupun diubah jadwal, kecuali ditentukan lain oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

    KETENTUAN RESERVASI ONLINE

    • Fasilitas Reservasi Online Tiket Kereta Api hanya berlaku untuk Perjalanan Kereta Api yang tercantum dalam Sistem Reservasi Online Tiket Kereta Api.
    • Reservasi tiket KA dapat dilakukan sesuai dengan waktu pemesanan masing-masing KA yang telah di tetapkan perusahan sampai dengan keberangkatan Kereta Api.
    • Pembayaran Pembelian Tiket Kereta Api Lokal hanya melalui dompet elektronik (e-wallet).
    • Batas waktu Pembayaran untuk transaksi reservasi tiket KA online bergantung dari masing-masing dompet elektronik yang dipilih.

    KETENTUAN BAGASI

    • Setiap penumpang diperbolehkan membawa Bagasi kedalam Kereta Api dengan berat maksimum untuk tiap penumpang 20 kg dan dengan volume maksimum 100 dm3 (dengan dimensi maksimal 70 cm x 48 cm x 30 cm), serta sebanyak-banyaknya terdiri dari 4 koli (item Bagasi) tanpa dikenakan bea tambahan.
    • Bagasi yang melebihi berat dan/atau ukuran sebagaimana dimaksud diatas sampai dengan setinggi-tingginya 40 kg atau dengan volume 200 dm3 (dengan dimensi maksimal 70 cm x 48 cm x 60 cm), diperbolehkan dibawa kedalam kereta penumpang dengan dikenakan bea kelebihan Bagasi atau membeli tempat duduk ekstra.
    • Tarif atas kelebihan berat Bagasi sebagai berikut :
      Kereta Api Kelas Eksekutif Rp 10.000,-/kg;
      Kereta Api Kelas Bisnis/Ekonomi Komersial Rp 6.000,-/kg;
      Kereta Api Kelas Ekonomi non Komersial Rp 2.000,-/kg.
    • Pembayaran bagasi dilakukan di stasiun.
    • Bagasi yang melebihi berat dan/atau ukuran sebagaimana dimaksud angka 2 tidak diperbolehkan dibawa ke dalam kabin kereta kecuali Kursi roda manual, kereta bayi, tongkat alat bantu jalan.
    • Sepeda lipat dengan berat paling tinggi 20 (dua puluh) kilogram dan ukuran diameter roda paling tinggi 22 (dua puluh dua) inci, serta memastikan kondisi sepeda lipat tidak berpotensi menimbulkan kerusakan pada sarana kereta.
    • Sepeda dengan jenis selain sepeda lipat sebagaimana dimaksud point diatas, baik dalam kondisi terakit maupun berupa komponen-komponen sepeda yang dikemas sedemikian rupa tidak diperkenankan dibawa kedalam kabin kereta penumpang atau kereta makan.
    • Perusahaan tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan dan/atau kehilangan bagasi penumpang, Setiap penumpang wajib menjaga Bagasi yang dibawanya.
    • Kerusakan pada kereta yang diakibatkan oleh Bagasi penumpang menjadi tanggung jawab penumpang dan diwajibkan membayar ganti rugi sebesar kerugian nyata atas kerusakan dimaksud.
    • Barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa sebagai Bagasi, meliputi:
      • Binatang;
      • Narkotika Psikotropika dan zat adiktif lainnya;
      • Senjata api dan senjata tajam;
      • Papan selancar;
      • Semua barang - barang yang mudah terbakar/meledak;
      • Semua barang - barang yang berbau busuk, amis atau karena sifatnya dapat mengganggu/merusak kesehatan dan mengganggu kenyamanan penumpang lainnya;
      • Barang - barang yang menurut pertimbangan petugas keadaan dan besarnya tidak pantas diangkut sebagai bagasi;
      • Barang yang dilarang oleh peraturan perundang - undangan.

    Kedapatan diatas kereta, bagasi penumpang yang berat atau ukurannya melebihi ketentuan dan belum memiliki surat Bagasi,
    maka dikenakan suplisi sebesar :

    • Kereta Api kelas Eksekutif sebesar Rp 50.000,- / 5kg;
    • Kereta Api kelas Bisnis/Ekonomi Komersial sebesar Rp 30.000,- / 5kg;
    • Kereta Api kelas Ekonomi non Komersial sebesar Rp 15.000,- / 5kg;
    • Perhitungan berat bagasi dibulatkan ke atas pada kelipatan 5 kg;

    LAIN-LAIN

    Orang dalam keadaan mabuk dan orang yang dapat mengganggu atau membahayakan penumpang lain, orang yang dihinggapi penyakit menular atau orang yang menurut undang-undang dapat dikenakan peraturan pengasingan untuk kesehatannya dilarang naik kereta api

    Semua Perjalanan Kereta Api adalah perjalanan Bebas Asap Rokok, tidak diperkenankan merokok di seluruh rangkaian Kereta Api, kedapatan merokok dan tidak mengindahkan larangan diturunkan distasiun pertama KA berhenti.

    SYARAT & KETENTUAN PEMBATALAN ONLINE TIKET KERETA API

    • Pemohon pembatalan adalah penumpang yang bersangkutan atau salah satu penumpang yang data dirinya telah terdaftar pada aplikasi KAI Access serta menggunakan akun KAI Access pemohon.
    • Pembatalan tiket melalui KAI Access dapat dilakukan selambat-lambatnya 3 jam sebelum Kereta Api berangkat dan kode booking yang dimiliki berstatus Paid serta belum dicetak sebagai boarding pass. Jika lewat dari waktu tersebut maka pembatalan dilakukan di loket stasiun online pembatalan.
    • Untuk pembatalan tiket dikenakan pengembalian bea sebesar 25% dari harga tiket dan di luar biaya pemesanan.
    • Pengembalian bea hanya melalui skema transfer bank. Pengembalian bea dapat dikirimkan ke rekening salah satu penumpang yang ada di dalam kode booking tiket yang dibatalkan. Nama dan nomor rekening bank yang diinput harus sesuai dengan nama dan nomor pada buku rekening bank.
    • Bilamana terdapat kesalahan input nama atau nomor rekening bank oleh pelanggan maka proses pembatalan akan ditolak secara sistem dan penumpang dapat melakukan pengambilan tunai di loket stasiun yang ditentukan setelah mendapatkan pemberitahuan melalui SMS blast.
    • Pembatalan secara online juga dapat dilakukan apabila pembelian sebelumnya melalui situs online selain aplikasi KAI Access dan kodebooking dapat masuk ke menu My Trip dan nama yang terdapat di dalam tiket terdaftar sebagai user KAI Access.

    Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui surat elektronik (Email) ke alamat [email protected]


        Perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru,
        untuk penumpang kereta api jarak jauh serta menengah diatur oleh
        PT Kereta Api Indonesia Persero dengan persyaratan dan ketentuan sebagai berikut :

      • Penumpang dari / ke tujuan Jakarta wajib memiliki surat ijin keluar masuk (SIKM) wilayah DKI Jakarta, kecuali sektor yang dikecualikan berdasarkan Pergub DKI Jakarta No. 47 tahun 2020.
      • Penumpang dalam kondisi sehat tidak menderita flu, pilek, batuk dan demam.
      • Menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji Rapid-Test dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.
      • Menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas test PCR dan/atau Rapid-Test.
      • Apabila pada saat proses boarding kedapatan penumpang yang tidak memenuhi ketentuan diatas, maka tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan kereta api dan tiket dapat dibatalkan mendapat pengembalian bea penuh.
      • Wajib menggunakan masker. Masker dan face shield (untuk penumpang kereta api jarak jauh dan menengah) tetap wajib dipakai dari stasiun keberangkatan, dalam perjalanan sampai zona 2 (dua) stasiun tujuan.
      • Menggunakan pakaian pelindung (jaket/pakaian lengan panjang).
      • Untuk penumpang kereta api lokal atau komuter, berlaku hanya ketentuan poin 4 - 7 di atas dan tetap wajib menerapkan dan mematuhi protokoler kesehatan yang telah ditentukan oleh perusahaan.
      • Khusus penumpang infant wajib membawa face shield sendiri.
      • Kapasitas angkut yang disediakan diatur secara bertahap, mulai paling banyak 70% dari kapasitas tempat duduk.
      • Suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius.
      • Calon penumpang dihimbau datang lebih awal ke stasiun paling lambat 30 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta api untuk selanjutnya melakukan proses boarding dan verifikasi syarat ketentuan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dana man corona virus disease 2019.
      • Penumpang wajib mengikuti dan mematuhi instruksi petugas, baik selama di stasiun maupun di atas kereta api.

        Pemberitahuan Perubahan Syarat dan Ketentuan Naik Kereta Api
        di Pulau Jawa dan Sumatera Mulai Tanggal 30 Agustus 2022 :

      • Pelaku perjalanan dengan usia 18 tahun ke atas wajib telah mendapatkan vaksin dosis ketiga (booster) ;
      • Pelaku perjalanan yang berstatus WNA (Warga Negara Asing), berasal dari perjalanan luar negeri dengan usia 18 tahun ke atas wajib telah mendapatkan vaksin kedua;
      • Pelaku perjalanan dengan usia 6-17 tahun wajib telah mendapatkan vaksin dosis kedua;
      • Pelaku perjalanan dengan usia 6-17 tahun berasal dari perjalanan luar negeri dikecualikan dari kewajiban vaksinasi.
      • Pelaku perjalanan dengan usia di bawah 6 tahun dikecualikan terhadap syarat vaksinasi namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi covid2-19;
      • Pelaku perjalanan yang diatur dalam poin 3a s.d 3e tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen dan dapat melakukan perjalanan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat;
      • Pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi dikecualikan terhadap syarat vaksinasi, tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen dan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi covid2-19
      • Suhu badan tidak lebih dari 37,3°C
      • Penumpang wajib menggunakan masker kain 3 (tiga) lapis atau masker medis menutupi hidung, mulut dan dagu selama perjalanan kereta api dan selama berada di stasiun kereta api atau ketika berada dalam kondisi kerumunan;
      • Mengganti masker secara berkala setiap empat jam, dan membuang limbah masker di tempat yang disediakan;
      • Mencuci tangan secara berkala menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer terutama setetah menyentuh benda yang disentuh orang lain;
      • Menjaga jarak minimal 1,5 meter dengan orang lain serta menghindari kerumunan;
      • Wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas dan menghindari makan bersama serta menggunakan hand sanitizer (6M);
      • Dihimbau untuk tidak berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.


    Info Grafik Perbedaan Kategori Tiket
    Berdasarkan Kelas Ekonomi, Bisnis dan Eksekutif

    tiket kereta api