Sekali Jalan Pulang Pergi *Umur dewasa ≥ 3 tahun, dan umur bayi < 3 tahun.
Gambir
Kota Jakarta
Bandung
Kota Bandung

Mengapa Harus Pesan Di tiket-kereta.com ?

Kemanan Dalam Transaksi

Tiket yang telah dibeli tidak akan hilang dan bisa dicek via email.

Bebas Pilih Tempat Duduk

Kamu bebas memilih tempat duduk juga gerbong sesuai keinginan kamu sendiri.

Gratis Kupon Voucher 100 Ribu

Gratis kupon voucher hotel 100 rb setiap pembelian tiket rute manapun dan harga berapapun.

Bisa Reservasi H-90

Pembelian tiket kereta bisa dilakukan hingga H-90 untuk semua kelas.

Metode Pembayaran Yang Cepat dan Mudah

Kami menyediakan metode pembayaran yang cepat via e-banking, atm dan juga transfer bank.

No Antri

Sudah bukan zamannya untuk mengantri dan bisa pesan dimanapun juga kapanpun.


FAQ Tentang Reservasi Tiket Kereta Api


1. Apa identitas lain yang diperbolehkan saat masuk boarding gate selain KTP ?
Ya kamu bisa Pakai SIM, Kartu Pelajar/Mahasiswa, Buku Nikah, Passpor.
2. Apakah KTP biasa ( non-E KTP ) bisa untuk boarding pass ?
Bisa, selama e-ktp anda masih berlaku dan sesuai dengan nama di tiket.
3. Apakah tiket masih berlaku jika data diri yang saya masukkan untuk booking kereta api ada kesalahan nama dan KTP ?
Masih berlaku selama kesalahan nama masih sedikit seperti cuma satu huruf saja, jika perbedaan huruf terlalu banyak maka tidak berlaku.
4. Apakah Lansia dapat potongan biaya booking tiket ?
Ya, lansia minimal umur 60 tahun dapat diskon 20 %.
5. Apakah saya bisa membatalkan tempat duduk yang sudah saya pesan ?
Bisa, dengan cara membatalkan tempat duduk anda, dan asalkan tempat duduk yang dimaksud masih tersedia. Atau solusinya bisa tukar tempat duduk dengan meminta secara baik-baik kepada pemilik tempat duduk yang diinginkan.
6. Bolehkah saya booking tiket untuk orang lain ?
Ya, kamu bisa booking untuk orang lain untuk teman, pasangan atau keluarga.
7. Bagaimana jika tiket yang sudah saya cetak hilang ?
Bisa dicetak ulang dengan datang ke stasiun terdekat dengan membawa kartu identitas asli sesuai tiket pemesanan.
8. Bagaimana saya bisa mendapatkan diskon?
Kamu bisa mendapatkan diskon maupun promo dengan cara daftar menjadi member di aplikasi.
9. Bagaimana jika saya kesulitan booking ?
Kamu bisa hubungi kami di Live Chat.
10. Kemana saya harus menghubungi jika barang saya ada yang ketinggalan di kereta api ?
Silahkan hubungi PT Kereta Api Indonesia di call center 121 atau datang langsung ke stasiun terdekat untuk memberikan laporan.


Daftar Stasiun Terpopuler di Indonesia


Kota Jakarta

Stasiun Jakarta Kota Sangat Dekat Dengan Kota Tua

    Stasiun Jakarta Kota merupakan stasiun untuk kereta api besar di kelas A. Ia berada di kawasan Kota Tua tepatnya di Jalan Stasiun Kota Nomor 1, Pinangsia-Jabar. Berada pada ketinggian 4meter, pemberhentian kereta ini memiliki luas lahan 325hektar. Lokasi ini masuk dalam Daerah Operasi 1 di kawasan Jabotabek. Stasiun Jakarta Kota juga akrab disebut sebagai Stasiun Kota atau Beos. Pemerintah zaman Hindia-Belanda memberikan nama resmi Batavia-benedenstad. Kemudian ketika penjajahan beralih kepada kekuasaan Jepang, ia pun diganti kembali menjadi Stasiun Djakarta. Jadi penamaan Stasiun Jakarta, merujuk pada penamaan resmi Jepang tersebut.

    Keberadaan stasiun ini cukup menimbulkan kontroversi. Pasalnya beberapa pihak menyarankan adanya renovasi di beberapa titik sebagai wilayah komersil. Padahal di satu sisi, kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai area cagar budaya. Maka tidak mengherankan di sekitar wilayah tersebut banyak dijumpai bangunan-bangunan kuno. Sebagaimana Kota Tua yang memiliki nilai sejarah, Stasiun Jakarta ini pun juga merupakan saksi perkembangan peradaban Indonesia. Bagaimana tidak, usia stasiun ini cukup tua yakni berkisaran 93 tahun. Ia dibuka pertama kali secara resmi pada tanggal 8 Oktober 1929 oleh pemerintah Hindia-Belanda.

    Dikarenakan lokasinya yang melegenda dengan banyak bangunan-bangunan bersejarah, tidak mengherankan jika stasiun ini beberapa kali dijadikan lokasi syuting video klip. Dari band-band era lampau hingga artis masa kini kerap melakukan pemotretan dan syuting di lokasi tersebut. Tentunya dengan nuansa klasik, stasiun ini memang tidak ada matinya.

Lokasi: Pinangsia, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Mengenal Stasiun Gambir Lebih Dekat

    Stasiun Gambir merupakan salah satu stasiun kereta api terbesar yang melayani pemberangkatan dan pemberhentian KA kelas A. Stasiun ini diambil dari nama lokasi pendiriannya yakni Kelurahan Gambir di pusat Jakarta, bertepat di sebelah timur Tugu Monas. Dengan ketinggian 16meter, ia masuk dalam wilayah pengoperasian 1 Jakarta.

    Dari segi lokasi, posisi Stasiun Gambir cukup strategis. Pasalnya selain dekat dengan Tugu Monas, Gereja Immanuel Gambir dan Gedung Kwartir Nasional pun tidak jauh dari sana. Sebelum dinamakan Gambir, stasiun ini dulunya bernama Stasiun Weltevreden yang diberikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

    Kemudian setelah dilaksanakan perbaikan besar-besaran pada tahun 1930, nama stasiun berganti lagi menjadi Stasiun Batavia Koningsplein. Bisa dibilang stasiun ini termasuk salah satu yang tertua. Di mana ia pertama kali berdiri dan dioperasikan pada tahun 1871. Jadi kurang lebih telah beroperasi selama sekitar 151 tahun. Jika ditotal, stasiun yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka sebelah Timur bernomor 1 ini memiliki empat buah jalur kereta api. Di mana dari keempat jalur, jalur kedua dan ketiganya merupakan sepur lurus. Ada yang khas dari tempat ini. Pengelola menggunakan instrumen lagu Kicir-Kicir sebagai bel untuk kedatangan kereta.

    Jika ditotal, Stasiun di Gambir tersebut memiliki total tiga tingkatan. Di tingkat satu akan ditemukan ATM, jajaran tempat makan, aneka toko, aula utama, serta loket. Masuk ke tingkat dua merupakan tempat tunggu yang dipinggir-pinggirnya berjejer resto fast food dan kantin. Sedangkan tingkat akhir merupakan jalur kereta.

Lokasi: Jl. Medan Merdeka Tim. No.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10110

Fasilitas: Loket Tiket Online, Loket check-in, Lahan Parkir

Stasiun Manggarai Tebet Jaksel

    Stasiun Manggarai berlokasi di Kelurahan Manggarai-Tebet kawasan Jakarta Selatan. Ia masuk dalam kawasan operasi tingkat 1 untuk kawasan Jakarta. Dengan luas 2.47hektar, sukses menjadikannya sebagai stasiun kereta api terbesar se DKI Jakarta. Stasiun ini pun melayani KAI Commuter yang tak lain adalah anak perusahaan KAI sendiri.

    Stasiun Manggarai pertama kali dibuka bertepatan pada Hari Buruh Internasional yakni tanggal 1 Mei tahun 1918. Jadi jika dihitung-hitung, stasiun ini berusia cukup tua sudah kurang lebih 104 tahun. Dari awalnya melayani kereta uap, pada tahun 1927 di tanggal dan bulan yang sama, pemerintah memutuskan untuk melakukan elektrifikasi. Sehingga kereta-kereta tersebut kemudian dijalankan dengan mesin-mesin bertenaga listrik sebagai pengisian dayanya. Dinamakan Manggarai karena berlokasi dekat dengan Perkampungan Manggarai. Di kampung tersebut, hidup para budak-budak transmigran dari daerah Manggarai di Pulau Flores-NTT.

    Semenjak dibangun sampai saat ini, tidak ada perbedaan yang mencolok dari bangunan di stasiun tersebut. Selama beberapa kali proses renovasi, pemerintah tetap mempertahankan bentuk asli dari gedungnya. Jadi bisa dibilang stasiun ini merupakan salah satu saksi sejarah peninggalan dari pemerintah Hindia-Belanda. Selanjutnya pada tahun 2016, KAI Commute bersama aktivis cinta KRL melangsungkan rapat yang membahas rencana pengembangan stasiun ini. Hal tersebut sebagai tindak atas banyaknya keluhan yang berdatangan terkait antrean tambahan penumpang per tahunnya. Maka pada tahun 2017, dilakukan renovasi dan penataan ulang seluruh area stasiun.

Lokasi: Jl. Manggarai Utara, RW.1, Manggarai, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12850

Menyingkap Fakta-Fakta Stasiun Jatinegara

    Stasiun Jatinegara merupakan stasiun untuk kereta api kelas besar. Lokasinya pun begitu strategis karena berdekatan dengan perbatasan antara Matraman dengan Jatinegara. Stasiun ini beroperasi di daerah tingkat 1 Jakarta dan berada di ketinggian 16meter. Uniknya tempat ini merupakan jalur pertemuan dari tiga kereta api sekaligus, apa saja? Stasiun Jatinegara merupakan stasiun yang menghubungkan antara Jakarta dengan kota-kota lain di luarnya. Dari sinilah akses menuju kota-kota lain melalui jalur-jalur kereta api bisa ditempuh kecuali untuk Bogor dan Banten. Hal tersebut lantaran untuk menuju dua wilayah itu, sudah digunakan KRL.

    Awal mulanya sebelum dinamai Jatinegara, stasiun ini dinamakan Meester Cornelis. Nama itu diambil dari nama seorang guru yang mengabdikan diri untuk mengajari anak-anak di sekitar wilayah itu. Selain mengajari pelajaran, ia juga seorang umat Kristen yang giat melakukan kotbah-kotbah keagamaan. Setelah usainya penjajahan Belanda dikarenakan masuknya Jepang, mereka pun kemudian mengubah nama stasiun tersebut menjadi Jatinegara. Hal tersebut dikarenakan pemerintah Jepang tidak menginginkan unsur-unsur Belanda di tatanan sosial masyarakat jajahannya. Jadi pada waktu itu diadakan perombakan nama-nama tempat umum secara masif.

    Sebagai ciri khas dari stasiun ini, digunakanlah instrumen musik lagu tradisional Jali-Jali dan Kicir-Kicir untuk pemberitahuan kedatangan kereta. Aturan tersebut mirip dengan yang diberlakukan di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir. Untuk saat ini stasiun tersebut berada di bawah pengelolaan PT KAI.

Lokasi: Jl. Bekasi Barat IV No.7, RW.2, Rw. Bunga, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13350

Stasiun Pasar Senen Bagi KA Kelas A

    Stasiun Pasar Senen merupakan stasiun yang ditujukan bagi kereta api kelas besar tipe A. Lokasinya sangat strategis karena dekat dengan gelanggang remaja yang kerap ramai didatangi remaja sebagai tempat mengisi waktu luang. Wilayah ini masuk ke dalam Daerah Operasi Tingkat 1 Jakarta dan dibangun pada ketinggian 4.7meter. Bangunan pada Stasiun Pasar Senen PSE yang kini dipakai merupakan salah satu peninggalan sejarah. Ia bahkan diresmikan sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.

    Di mana stasiun tersebut dibuka secara resmi pada 19 Maret tahun 1925. Jadi total usianya kini ialah telah mencapai 97 tahun. Namun pembangunannya memakan waktu cukup lama sekitar sembilan tahunan yakni dimulai sejak tahun 1916. Dikarenakan berlokasi di wilayah Pasar Senen, maka nama tersebut pun kemudian diambil untuk penamaan stasiunnya. Pasalnya pasar tersebut hanya dibuka tiap hari senin saja semenjak didirikan oleh pemerintah Kolonial Belanda. Dikarenakan kondisinya yang kian hari kian ramai, maka kemudian diputuskan untuk dibuka setiap hari.

    Sebagai sambutan atas Pasar Senen yang semakin ramai, maka pemerintah memutuskan membangun transportasi di sekitar sana. Hal inilah yang kemudian mendorong pembukaan stasiun oleh Perusahaan Kereta Api Batavia Timur. Setelah Indonesia merdeka, maka pengelolaan stasiun ini kini diserahkan kepada PT KAI. Sebagaiman stasiun KAI lainnya yang berlokasi di wilayah Jakarta, stasiun ini pun diberikan keunikan. Instrumen lagu Kicir-Kicir akan dipasang sebagai penanda kedatangan kereta.

Lokasi: Jl. Pasar Senen No.14, Senen, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10410

Kota Bandung

Stasiun Bandung: Stasiun Utama Bumi Parahyangan

    Stasiun Bandung disebut juga dengan Stasiun Hall adalah stasiun yang melayani kereta api besar kelas A. Stasiun yang saat ini resmi dikelola oleh PT KAI tersebut terletak pada ketinggian 709meter. Awal berdirinya, hanya terdapat sebuah gedung sebagai bangunan stasiun saja, namun setelah perombakan dijadikan dua bangunan dalam sebuah kawasan. Stasiun Bandung Hall berlokasi di jalan hotmix. Jadi dari utara beralamat di Jalan Kebon Kawung 43, sedangkan area selatan ialah Jalan Stasiun Timur 1. Bisa dibilang stasiun ini cukup tua dan memiliki nilai sejarah yang panjang. Gagasan awal dibangunnya kawasan ini ialah rencana pembukaan perkebunan di Bumi Parahyangan tahun 1870.

    Setelah gagasan dikemukakan, maka beberapa tahun kemudian yakni 1884 tepatnya tanggal 17 Mei dilakukanlah peresmian Stasiun Hall. Dengan peresmian tersebut maka para tuan-tuan tanah perkebunan di Bandung dapat dengan mudah mengirim hasil buminya ke Batavia. Sebagai tambahan, gudang-gudang juga didirikan berdekatan dengan Stasiun Hall yakni kawasan Ciroyom, Braga, Kosambi, Andir, Pasirkaliki, Cibangkong dan sekitarnya.

    Secara keseluruhan, kawasan Stasiun Hall menggunakan gaya Art Deco. Desain tersebut lahir pada masa Perang Dunia 1 dan mulai ditinggalkan pada zaman Perang Dunia II. Untuk keseluruhan jalur, total terdapat sepuluh buah sehingga sangat menunjang efisiensi lalulintas di stasiun ini.

Lokasi: Jl. Kebon Kawung, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40171.

Stasiun Cicalengka Tempatnya KA Kelas 1 Berkumpul

    Stasiun Cicalengka yang juga kerap disebut CCL adalah salah satu stasiun yang berlokasi di Cicalengka-Bandung. Ketinggian stasiun ini cukup tinggi yakni sekitar 689m dan masuk dalam Daerah Operasi Bandung II. Dengan adanya pemekaran kawasan Bandung, stasiun ini termasuk kategori utama sehingga sehari-hari selalu sibuk dan ramai pengunjung. Kebanyakan penumpang yang mendatangi Stasiun Cicalengka CCL adalah pelajar serta karyawan yang bekerja di kawasan sekitaran Cicalengka, Cikancung, dan Nagreg. Disebabkan jalurnya yang cukup menikung, stasiun satu ini memiliki sinyal pengulangan mekanik di barat dan timur.

    Meski masih memiliki corong air yang kerap dipakai pada kereta uap, namun sistem tersebut sudah lama tidak difungsikan. Sistem yang diterapkan pada stasiun ini cukup unik. Jika penumpang dalam kereta belum sepenuhnya turun, maka penumpang baru tidak diperkenan naik. Hal ini untuk mengurangi resiko berdesak-desakan di dalam gerbong. Pasca pembukaan lima jalur kereta api di kawasan Priangan, maka Stasiun CCL ini pun dibuka secara resmi. Di mana stasiun ini cukup tua karena telah beroperasi sejak tahun 1884 bertepat pada tanggal 10 November. Jika kereta api telah masuk ke Cicalengka, maka perjalanan akan diteruskan menuju Garut ke arah timur.

    Jika pada peresmiannya dulu stasiun ini dikelola oleh pemerintah Hindia-Belanda melalui Staatsspoorwegen, maka kini pengelolaan diserahkan kepada PT KAI. Stasiun yang beralamat di Cicalengka Kulon Nomer 1 ini masuk ke dalam kawasan operasional tingkat dua Bandung.

Lokasi: Panenjoan, Kec. Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40395

Stasiun Cimekar Untuk Kereta Api Kecil

    Stasiun Cimekar merupakan stasiun yang melayani pengangkutan dan pemberhentian kereta kelas kecil. Dengan begitu ia dikategorikan sebagai stasiun bagi KA kelas III. Berlokasi di tempat yang strategis yakni Stadion Gelora Bandung Lautan Api, tepatnya di antara perbatasan Bandung dengan Kabupaten Bandung. Awalnya Stasiun Cimekar berada di ketinggian 670m yang kemudian dirombak menjadi 668m saja. Kawasan pendiriannya termasuk ke dalam Area Operasi tingkat II Bandung. Uniknya biarpun dinamai Cimekar, namun rupanya ia terletak cukup jauh ke selatan dari Desa Cimekar. Lokasi tepatnya stasiun ini ialah Desa Cibiru Hilir.

    Secara geografis, stasiun ini merupakan pemberhentian kereta yang berlokasi di sebelah paling barat Bandung. Jika stasiun-stasiun yang terletak di lintasan Padalarang hingga Kasugihan telah berusia tua, bisa dibilang Cimekar ini masuk dalam kategori stasiun baru. Di mana kawasan ini dibuka resmi pada 21 Maret tahun 2000. Sebelum di area ini didirikan stasiun, mulanya ia hanya merupakan kawasan pemberhentian bernama CED, singkatan dari Ciendog. Pasca dijadikan sebagai stasiun permanen, maka Cimekar memiliki dua titik pemberhentian untuk dua jalur kereta dengan dua jalur sepur lurus.

    Lokasinya pun sangat strategis karena sangat dekat dengan rumah-rumah penduduk sehingga menjadi alternatif transportasi pilihan warga sekitar. Untuk kawasan yang berdekatan dengan jangkauan stasiun ini ialah Masjid Terapung Al-Jabar. Selain itu Stadion Gelora Bandung Lautan Api, hingga Markas Polda Jawa Barat pun sangat mudah dicapai.

Lokasi: Cibiru Hilir, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, Indonesia, Jawa Barat 40626

Stasiun Gedebage Stasiun Untuk KA Kelas I

    Stasiun Gedebage yang kerap disebut juga GDB ini berlokasi di Cisaranten Kidul tepatnya Gedebage-Bandung. Berada pada ketinggian 672meter dan berlokasi di wilayah paling timur Bandung menjadikan ia masuk ke dalam Daerah Operasi Tingkat II. Berikut ini adalah sajian fakta-fakta Stasiun GDB. Stasiun Gedebage GDB total memiliki empat buah jalur yang masih aktif. Di mana pada bagian utara terdapat jalur 2 dengan sepur lurus. Sedangkan jalur 3 dan 4 dimanfaatkan sebagai lokasi bongkar muatan barang-barang angkutan dengan jalur tambahan lagi di sisi bagian selatan.

    Pada tahun 1999 tepatnya sejak 6 April, stasiun ini mulai menggunakan sinyal elektronika. Dengan begitu pengaturan jarak tiap-tiap kereta yang melaju menjadi lebih mudah. Sekarang Stasiun GDB hanya digunakan untuk bongkar muat kontainer dalam peti-peti kemas. Jadi jarang ada penumpang kereta yang datang ke sini. Perubahan fungsi tersebut dilakukan seiring dengan dioperasikannya Terminal Peti Kemas Bandung. Hal ini ditegaskan pula dalam SK Menteri Perhubungan pada 23 Desember 1987. Proyek tersebut telah dicanangkan dan mendapat anggaran melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun pada masa pemerintahan Orde Baru.

    Dengan pembangunan terminal dan stasiun tersebut, diharapkan kelancaran pengiriman barang-barang dalam peti kemas menjadi lebih maksimal. Selanjutnya sebagai upaya pemerintah dalam memaksimalkan akses menuju Kereta Cepat Jakarta ke Bandung, maka stasiun ini dijadikan sebagai jalur ganda dengan melakukan perombakan di sejumlah titik.

Lokasi: Cisaranten Kidul, Kec. Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat 40117

Stasiun Haurpugur Melayani Pemberhentian Kereta Kelas III

    Secara administratif, Stasiun Haurpugur termasuk ke dalam Daerah Operasi II Bandung. Lokasinya berada di ketinggian 689m dan termasuk stasiun pemberhentian untuk kereta api kelas kecil (III). Haurpugur sendiri diambil dari nama desa yang terletak di Kecamatan Rancaekek. Namun secara geografis stasiun ini terletak jauh dari lokasi tersebut. Stasiun Haurpugur atau disingkat HRP awalnya hanyalah sebuah halte khusus kereta api yang kemudian dibesarkan menjadi stasiun. Bahkan halte tersebut hanya terbuat dari kayu. Kemudian dilakukan perubahan status yang membuat bangunan diperbaharui menjadi lebih besar dan permanen yang tentunya lebih bagus.

    Total terdapat dua jalur pada area ini di mana Jalur 2 adalah sepur lurus. Adapun peron di stasiun ini berjumlah dua buah dengan bentuk satu peron berupa pulau, dan yang lainnya adalah peron sisi. Menyambut perencanaan proyek jalur ganda di kawasan Bandung Raya, maka terdapat peningkatan rel di beberapa titik.

    Dari arah barat dengan muara Stasiun Gedebagede, dibangun rel tambahan pada tahun 2020. Kemudian proyek dilanjutkan di tahun 2022 dengan pembangunan rel ke arah timur sampai ke Stasiun Cicalengka. Penambahan rel tersebut diharapkan bisa semakin mengefisiensikan akses dari Jakarta Bandung dan sebaliknya. Pembaharuan pun kembali dilakukan pada tahun 2022, di mana seluruh sistem dari sinyal mekanik telah diganti menjadi sinyal elektrik. Dengan begitu teknologi yang dipakai pun bisa jauh lebih akurat dan modern.

Lokasi: Cangkuang, Kec. Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40394

Kota Yogyakarta

Stasiun Yogyakarta Stasiun Utama DIY

    Stasiun Yogyakarta adalah stasiun utama yang ada di DIY. Di sinilah dilakukan pelayanan untuk kereta api berukuran besar kelas satu. Posisi tepatnya ada di Kelurahan Sosromenduran-Gedongtengen Yogyakarta. Adapun ketinggian yang dimiliki ialah kurang lebih 113meter. Berikut informasi selengkapnya. Menjadi stasiun utama, membuat Stasiun Yogyakarta DIY yang disebut juga Stasiun Tugu ini dikelola oleh lebih dari satu perusahaan. Di dalamnya terdapat manajemen dari KAI Commuter, KAI Wisata, dan KAI Bandara. Jalur-jalur pada stasiun ini terbentang membujur dari arah barat timur dengan lokasi di kawasan Kemantren Gedongtengen.

    Hampir semua kelas kereta dilayani di stasiun ini terkhususnya kereta eksekutif. Untuk kereta ekonomi dialihkan ke Stasiun Lempuyangan yang jaraknya hanya 1km dari Stasiun utama DIY. Stasiun ini merupakan lokasi pemberhentian terakhir untuk rute KRL Yogyakarta Solo hingga bagi beberapa rute kereta api antar kota lainnya. Mulai dioperasikan sejak 20 Juli 1887 menjadikan stasiun ini salah satu yang tertua di Yogyakarta. Dibangun pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, gedung stasiun dibuat dengan gaya Art Deco. Desain ini sangat populer pada masa Perang Dunia Pertama dan mulai kehilangan pamor ketika memasuki Perang Dunia Dua.

    Berdasarkan catatan sejarah, Stasiun DIY dulunya dijadikan perjalanan akhir dari Kereta Luar Biasa Kepresidenan pertama pada masa pemerintahan Ir. Soekarno. Hal tersebut dilangsungkan ketika pemindahan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Dengan begitu dari sejak dibangun hingga kini, stasiun tersebut memegang banyak peran penting.

Lokasi: Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mengenal Stasiun Lempuyangan Diperuntukkan Bagi KA Kelas Besar

    Stasiun Lempuyangan yang juga disebut LPN merupakan stasiun kereta api besar bertipe B yang diperuntukkan bagi KA kelas besar. Lokasinya pun tidak terlalu jauh dari Stasiun Tugu Yogyakarta yakni sekitaran hanya 1km saja. Stasiun ini masuk dalam kategori daerah tingkat VI Yogyakarata dan memiliki ketinggian sekitar 114m. Stasiun Lempuyangan LPN berlokasi di Bausasran Danurajen-Yogyakarta. Di kawasan inilah dilakukan pelayanan untuk KRL Commuter Line yang merupakan anak perusahaan dari KAI serta KA Ekonomi. Penamaan Lempuyangan diambil dari sebuah desa yang tidak jauh di sebelah selatan stasiun yakni Tegal Lempuyangan.

    Untuk pertama kalinya, Stasiun LPN didirikan dan diresmikan pada 2 Maret 1872 di bawah pengawasan pemerintah Hindia-Belanda. Di mana stasiun ini merupakan titik berakhirnya rute tiga kota yakni Semarang-Solo-Yogyakarta. Tujuan dibuatnya stasiun ini ialah sebagai penyokong industri gula yang banyak bertumbuh di kawasan Jawa Tengah dan Yogyakarta.

    Pada waktu itu, perkebunan dan pabrik gula memang tumbuh subur di kawasan tersebut. Hasil dari pabrik nantinya diangkut dengan kereta api menuju Batavia. Meski pabrik-pabrik itu milik saudagar-saudagar Belanda, namun keberadaannya memegang peran penting dalam kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Bahkan pesatnya perkembangan pabrik gula juga mempengaruhi cita rasa makanan daerah itu menjadi lebih manis ketimbang wilayah lainnya. Awalnya hanya ada 4 jalur kereta api di Stasiun LPN. Namun seiring dengan peningkatan kebutuhan, maka kini KAI telah menyediakan 11 jalur.

Lokasi: Bausasran, Kec. Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Kota Semarang

Stasiun Semarang Tawang Di Kota Lama

    Stasiun Semarang Tawang diperuntukkan bagi kereta api besar bertipe A. Ia dibangun di kawasan Kota Lama Semarang dan juga kerap disebut sebagai Stasiun Tawang. Lokasi tepatnya ialah Kelurahan Tanjung Mas-Semarang Utara. Dengan lokasi yang sangat strategis, menjadikan stasiun ini sebagai stasiun utama di kota tersebut. Jika dilihat dari ketinggiannya yang hanya 2meter saja, Stasiun Semarang Tawang SMT termasuk rendah. Namun hal tersebut tidak membuatnya urung dijadikan sebagai stasiun utama di Semarang hingga Jateng bagian utara. Tidak heran stasiun yang masuk dalam wilayah operasi IV Semarang ini termasuk yang tersibuk sehari-harinya.

    Lokasinya yang berada di jalur lintas utara dan tengah ini sangat strategis karena mampu menjangkau hampir ke semua kawasan. Pelayanannya pun sangat lengkap yakni dari KA antar kota berbagai kelas seperti Ekonomi, Eksekutif, dan sebagainya. Nama Semarang Tawang diambil dari nama desa yang ada di dekat lokasi yakni Kampung Tawang.

    Jika hendak ke stasiun ini tidak ada salahnya sempatkan diri berkunjung ke beberapa obyek wisata. Pasalnya Stasiun Tawang berdekatan dengan Pasar Johar serta Kota Lama Semarang. Pembangunan stasiun ini telah direncanakan sejak awal tahun 1911 oleh NIS sebagai perusahaan kereta api kolonial. Hal tersebut lantaran jalur yang diresmikan sebelumnya pada 1873 lalu sudah sangat sulit difungsikan normal karena terkena banjir rob. Akhirnya stasiun tawang pun mulai dikerjakan sejak 29 April 1911 dan dioperasikan pada 1914.

Lokasi: Jl. Taman Tawang No.1, Tj. Mas, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah 50211.

Stasiun Semarang Poncol untuk KA Tipe B

    Stasiun Semarang Poncol yang kerap dimudahkan menjadi Stasiun Poncol SMC berada di Purwosari-Semarang Utara. Dengan ketinggian 3meter, stasiun ini memberikan layanan khusus bagi KA besar dengan tipe B. Ia adalah stasiun utama kedua dengan nomor satunya dipegang oleh Stasiun Tawang dan berlokasi di wilayah operasi IV Semarang. Stasiun Semarang Poncol SMC adalah lokasi pemberhentian bagi KA Komuter dan KA Ekonomi. Selain itu tempat inipun menjadi pemberhentian favorit bagi angkutan barang-barang yang dibawa oleh kereta api jalur tengah. Peran Stasiun SMC pun didukung oleh Stasiun Alastua.

    Jadi ketika salah satunya berkendala misalnya terjadi banjir di Stasiun SMC, maka rute kereta akan dialihkan menuju Stasiun Alastua. Kereta ini didirikan di bawah naungan SCS yang merupakan perusahaan kereta api Belanda. Pasca perolehan izin, SCS mulai melakukan pembangunan jalur kereta sejak tahun 1895. Pengerjaan membutuhkan waktu dua tahun sehingga baru bisa diresmikan pada 1897. Pada masa itu, SCS memfokuskan Stasiun Poncol ini untuk mengangkut hasil-hasil bumi serta penumpang. Jadi pemandangan berbagai komoditas pun menjadi hal biasa di gerbong-gerbong keretanya seperti minyak tanah, pupuk, dan gula.

    Ada 9 jalur yang difungsikan di Stasiun Poncol. Kanopi hanya dimiliki oleh jalur 1, 2, 3. Jalur 4 dan 5 berupa sepur lurus. Masuknya sistem kelistrikan di sini mulai diresmikan pada tahun 2019. Uniknya, setiap kereta yang tiba, maka pengelola stasiun akan memutarkan instrument khas daerah yakni lagu Caping Gunung.

Lokasi: Jl. Imam Bonjol, Purwosari, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah

Informasi Stasiun Alastua Semarang Lengkap

    Stasiun Alastua atau Alastuwa adalah stasiun kereta api berkategori kelas II dengan lokasi tepatnya di Kelurahan Tlogomulyo-Pedurungan Semarang. Wilayah ini termasuk dalam Daerah Operasi VI Semarang dan berada pada ketinggian 6meter. Jika dilihat dari geografisnya maka stasiun ini terletak di arah paling timur Semarang. Stasiun Alastua ATA termasuk ke dalam jalur kereta api pertama di Tanah Air melalui Stasiun Kemijen NIS ke Stasiun Tanggung. Mulanya pembangunan tersebut dilakukan pada masa Kolonial Belanda di bawah penanganan perusahaan kereta api mereka yang bernama NIS.

    Pasca Stasiun Tambaksari tidak dioperasikan lagi, maka secara otomatis Stasiun ATA inilah yang dinobatkan sebagai stasiun KA tertua di Indonesia. Bagaimana tidak, stasiun ini telah diresmikan pada tahun 1867. Jadi kini usianya telah mencapai 155 tahun. Sebuah usia yang panjang dari stasiun yang menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa.

    Jika ada kereta dari timur yang akan menuju barat, maka di sinilah tempat pemberhentiannya. Terlebih-lebih jika ada kendala di Stasiun Semarang Tawang atau di Jalan Raya Kaligawe. Secara konstruksi, stasiun ini berbentuk pulau dengan total memiliki 6 jalur. Satu-satunya kereta yang melakukan pemberhentian di Stasiun ATA ialah KA Gedung Sepur. Di mana kereta tersebut masuk kategori komuter dengan lintasannya dari Poncol ke Ngrombo secara PP. Saat ini diketahui stasiun tertua tersebut melayani rute Semarang-Ngromboh. Akses menuju lokasi pun sangat mudah karena letaknya yang strategis.

Lokasi: Semarang, Jawa Tengah, Indonesia|Tlogomulyo, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50113

Kota Malang

Stasiun Blimbing Malang Peninggalan Kolonial

     Stasiun Blimbing melayani kereta api kelas kecil tipe III dengan lokasi di Kecamatan Blimbing sebagaimana penamaannya. Pemberhentian ini berada di rute paling utara kota Malang dan mendapat manajemen dari anak perusahaan PT KAI yakni KAI Commuter. Dari tiga jalur yang dimilikinya, dua jalur lain termasuk tipe sepur lurus. Pada masa pemerintahan kolonial, Stasiun Belimbing BMG dijadikan sebagai stasiun untuk persinggahan trem. Di mana kala itu perusahaan trem tersebut beroperasi di kawasan Malang di bawah perusahaan trem Belanda bernama MS. Dulunya stasiun ini memang hanya dioperasikan sebagai tempat singgah sementara bagi kereta maupun trem.

     Bisa dibilang stasiun ini cukup tinggi yakni sekitar 460meter di atas permukaan laut. Stasiun BMG adalah stasiun yang berada di kawasan operasi VIII Surabaya. Total terdapat tiga jalur di stasiun ini di mana dua di antaranya termasuk sebagai jalur sepur lurus. Untuk jumlah peron yang dimiliki total terdapat dua peron dengan lokasi yang sama-sama rendah.

     Stasiun BMG pertama kalinya dibuka pada 15 Februari tahun 1903 dengan panjang awal sekitar 6km. Di mana ia merupakan bagian dari rute Glintung ke Aloon-aloon yang sejajar dengan ruas protokol kota Malang. Tujuan utama pembangunan rute tersebut ialah sebagai pengangkutan berbagai komoditas hasil bumi. Untuk bisa mencapai stasiun ini, penumpang hanya perlu menempuh jarak sekitar 200m melalui Malang-Tumpang yang merupakan jalan utama.

Lokasi: Jalan Laksamana Adi Sucipto, Purwodadi, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126, Jawa Timur.

Kota Surabaya

Mengupas Stasiun Surabaya Kota

     Stasiun Surabaya Kota memiliki sebutan yang unik yakni Stasiun Semut. Ia merupakan satu dari tujuh stasiun peninggalan zaman Belanda yang masih aktif hingga saat ini. Pertama kalinya stasiun ini diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878 di bawah pemerintah Kolonial Belanda yakni J.W. Van Lasberge. Awal mula pembangunan Stasiun Surabaya Kota dilakukan ialah untuk mempermudah hasil-hasil bumi dari Jawa Timur ke Batavia dan daerah sekitarnya. Hal ini merupakan terusan dari pembukaan jalur kereta antara Surabaya Pasuruan dan Malang yang memiliki panjang 115km.

    Rupanya seiring waktu, kebutuhan akan kereta api di tanah Jawa mulai meningkat. Oleh sebab itu pada tahun 1911 dilakukan konstruksi ulang demi peningkatan efisiensinya. Bahkan kemudian peningkatan ini pun dilakukan lagi pada 1930. Di mana Stasiun Semut dijadikan sebagai rute terakhir dari kereta ekspres terbaik pada masanya. Sejak pendiriannya hingga kini, pemerintah masih mempertahankan bentuk bangunan awalnya. Hal tersebut dikarenakan sejak tahun 1996, Walikota Surabaya menjadikan kawasan tersebut sebagai cagar budaya. Jadi bentuk konstruksinya tidak boleh diubah sebagaimana bangunan cagar budaya lain di sekitar sana.

    Adapun jalur-jalur yang disediakan seluruhnya berjumlah 14 buah. Pembaharuan sistem pun beberapa kali dilakukan seiring dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi. Sejak tahun 2014, sinyalnya telah menggunakan listrik yang mana sebelumnya masih memakai sinyal secara mekanik.

Lokasi: JL. Stasiun 9, Kota SBY, Jawa Timur 60161.

Stasiun Surabaya Pasarturi Pendek Tapi Penting

    Stasiun Surabaya Pasarturi juga disebut sebagai Stasiun Pasarturi adalah pemberhentian bagi kereta-kereta besar bertipe A. Memiliki lokasi yang strategis yakni di perbatasan antara Kelurahan Tembok Dukuh dengan Gundih. Berada pada ketinggian 1meter saja, ia termasuk ke dalam Daerah Operasi VIII Surabaya.

    Dengan tinggi hanya 1meter saja, menjadikan Stasiun Surabaya Pasarturi SBI ini sebagai stasiun terendah di wilayah operasi VIII Surabaya. Bahkan jika dilihat-lihat ia juga merupakan stasiun terendah se-Indonesia. Meski begitu tidak menghalangi stasiun ini menjadi pemberhentian kereta nomor dua utama di kawasan Surabaya. Bagi rute kereta api yang mengambil jalur utara Jawa, maka Stasiun SBI ini merupakan rute perjalanan terakhir mereka. Selain itu di sini pun juga melayani kereta api lintas kota di tengah Jawa, komuter, serta lokal. Sedangkan untuk kawasan selatan, dilayani oleh Stasiun Gubeng dan Stasiun Semut.

    Jika stasiun-stasiun bersejarah lain yang ada di kawasan Surabaya merupakan andil dari perusahaan OJSM, namun tidak begitu dengan stasiun ini. Meski sama-sama didirikan pemerintahan Hindia-Belanda, namun SBI dibangun oleh perusahaan swasta Belanda lainnya yakni NIS. NIS mengajukan izin pasca keberhasilannya mendulang keuntungan pada 1890an. Kemudian tahun 1897, mereka pun diperbolehkan memperluas jalur-jalur kereta baru demi kemajuan transportasi di era itu. Dengan begitu masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih mudah baik untuk bepergian maupun mengangkut hasil-hasil bumi.

Lokasi: Jl. Semarang No.1, Tembok Dukuh, Kec. Bubutan, Kota SBY, Jawa Timur 60173

Stasiun Surabaya Gubeng Bangunan Dua Pintu

    Banyak yang mengira bahwa Stasiun Surabaya Gubeng ada dua. Padahal sebenarnya lokasinya hanya di satu tempat hanya saja terdapat dua pintu dengan dua bangunan yang juga berbeda. Untuk Gubeng Lama kini hanya melayani kereta-kereta kecil dengan kelas ekonomi. Lain halnya dengan Gubeng Baru yang dikhususkan bagi penumpang eksekutif. Keberadaan Stasiun Surabaya Gubeng menjadi salah satu yang terpenting karena merupakan pemberhentian utama di kawasan Gerbangkertosusilo Surabaya. Stasiun ini termasuk yang terminus untuk gerbang Surabaya, baik bagi lintasan utara maupun timur Jawa. Selain itu ia merupakan tempat pemberhentian beberapa KA jalur tengah dan selatan. Awalnya stasiun ini merupakan milik Staatsspoorwegen yang merupakan perusahaan kereta di masa kolonial. Ia diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878 yang mana dimasukkan ke dalam proyek-proyek pembangunan rel Pasuruan-Surabaya. Pertama kalinya stasiun ini dibangun pada bagian barat rel KA.

    Sebagaimana perkembangan teknologi di masa itu, stasiun ini dibangun menggunakan sistem persinyalan mekanik. Kemudian sistem pun diganti menjadi lebih canggih dengan teknologi elektrik pada tahun 197an ke atas. Staatsspoorwegen membangun stasiun ini dengan desain khas perusahaan mereka yang disebut Chalet. Desain Chalet memiliki keunikan pada bagian pembangunan tembok-tembok yang tebal dan juga tinggi. Hal ini menjadikan bangunan terlihat kokoh dan megah. Selain itu masih ditambahkan pula jendela-jendela besar serta sulur-sulur yang terbuat dari besi.

    Uniknya lagi, stasiun Gubeng Lama pernah dijadikan sebagai ruang kerja ketika Ir. Soekarno menjadi pelajar di Technische Hoogeschool te Bandoeng. Kini kampus tersebut telah berganti nama menjadi ITB. Dikarenakan nilai sejarah yang dimiliki, maka bangunan Gubeng Lama ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Walikota Surabaya. Dengan begitu desain tersebut harus tetap dipertahankan.



Lokasi: Jl. Stasiun Gubeng, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Kota SBY, Jawa Timur 60272

Stasiun Wonokromo Daerah Operasi VII Surabaya

    Stasiun Wonokromo WO berlokasi di Kecamatan Wonokromo Jatim dan berada pada ketinggian 7meter. Stasiun ini melayani pemberhentian dan keberangkatan kereta api besar dengan tipe C. Bertepat di bagian selatan, menjadikan stasiun ini tempat masuk bagi kereta-kereta yang baru tiba dari selatan seperti Banyuwangi atau Malang. Awalnya Stasiun WO mempunyai total tujuh jalur namun kini hanya tinggal lima saja yang difungsikan. Jalur 1 dipakai untuk pemberangkatan kereta ekonomi yang menuju ke arah barat daya kota Madiun. Jalur 2 dan 3 bergerak ke selatan yakni Sidoarjo. Jalur 4 sebagai lokasi parkir bagi kereta yang beristirahat, dan Jalur 5 jarang terpakai.

    Stasiun WO berbeda dengan Stasiun Wonokromo Kota, meski penamaan yang diberikan mirip karena terletak di lokasi yang berdekatan. Jika WO adalah tempat pengoperasi kereta yang dibangun oleh Staatsspoorwegen, maka WO Kota didirikan oleh Oost-Java Stoomtram Maatschappij.

    Di mana WO Kota digunakan untuk trem dan merupakan satu-satunya jalur yang masih bisa dilihat. Namun kini trem-trem tersebut sudah tidak beroperasi lagi. Pasca hengkangnya Belanda dari Indonesia, maka kepengurusan dari Stasiun WO diserahkan kepada PT KAI. Stasiun ini pun kemudian dimasukan ke dalam Daerah Operasi VIII di kawasan Surabaya. Berdasarkan SK Walikota Surabaya yang terbit pada tahun 2013, kawasan Stasiun WO ini pun ditetapkan sebagai cagar budaya. Dengan begitu pemerintah ke depannya tetap mempertahankan desain dari arsitektur stasiun ini sehingga tidak akan berubah dari masa ke masa.

Lokasi: Jagir, Kec. Wonokromo, Kota SBY, Jawa Timur 60244



Daftar Kereta Terpopuler di Indonesia


Kereta Api Bangunkarta

     Kereta Api Bangunkarta dioperasikan untuk mengangkut penumpang Kelas Eksekutif serta Ekonomi. Kereta ini berada di bawah naungan KAI yang mana ia difungsikan untuk memberi layanan dari Jombang menuju Yogyakarta secara PP. Hal unik apa lagi yang disimpan di dalamnya? Uniknya penamaan Kereta Api Bangunkarta diambil dari nama-nama kota yang ia lalui yaitu Jombang, Madiun, serta Jakarta. Baca Selengkapnya...

Kereta Api Bima

     Kereta Api Bima diambil dari singkatan Biru Malam. Sesuai namanya, ia melakukan perjalanan sebagai kereta tidur dengan rute hanya di malam hari. Keberadaan KA Bima sendiri merupakan penerus dari pendahulunya yaitu KA Bintang Senja dan KA Bintang Fajar. Simak penjelasan di bawah ini untuk informasi lebih lengkap. Sebagai kereta tidur, Kereta Api Bima melakukan perjalanan pertama kali sejak Baca Selengkapnya...

Kereta Api Gajayana

     Kereta Api Gajayana merupakan layanan kereta api yang melakukan perjalanan dari Stasiun Malang ke Stasiun Gambir, begitu pun sebaliknya. Kereta yang dioperasikan oleh KAI ini melayani para penumpang Kelas Eksekutif dan Luxury. Tentu saja hal ini lantas membuat desain gerbongnya sangat mewah dan nyaman. Selama 13 jam 33 menit, Kereta Api Gajayanan melaju di rel dan menempuh jarak Baca Selengkapnya...

Kereta Api Gumarang

     Kereta Api Gumarang menempuh perjalanan panjang setiap harinya yakni dari Surabaya hingga Jakarta. Di mana dalam perjalanan tersebut ia membawa lima gerbong untuk Kelas Eksekutif, dan sembilan gerbong sisanya untuk Kelas Bisnis. Sejak tahun 2022 tepatnya 1 Februari, KA Gumarang menambah rute hingga ke Stasiun Cikarang. Usia Kereta Api Gumarang bisa dibilang Baca Selengkapnya...

Kereta Api Harina

     Kereta Api Harina merupakan KA yang memberikan rute pelayanan dari Stasiun Bandung ke Surabaya tepatnya Pasarturi. Di mana perjalanan tersebut dilakukan melalui jalur sebelah utara Jawa sehingga melewati rute Cikampek lalu ke Baca Selengkapnya...

Kereta Api Jayabaya

     Kereta Api Jayabaya melayani rute keberangkatan dari Pasar Senen menuju Malang. Terdapat layanan untuk Kelas Eksekutif dan Ekonomi Plus di dalam gerbongnya. Kereta yang berada di bawah naungan KAI ini melewati jalur Jawa bagian utara yakni Cirebon, Semarang, lalu menuju Surabaya. Mendengar nama Jayabaya Baca Selengkapnya...

Kereta Api Kamandaka

     Kereta Api Kamandaka merupakan salah satu kereta di bawah naungan KAI. Ia beroperasi melayani penumpang Kelas Ekonomi, Ekonomi Plus dan Eksekutif. Kereta ini melakukan pelayanan dari Semarang Tawang menuju Cilacap dengan melewati Tegal Kroya. Simak informasi lainnya berikut ini. Baca Selengkapnya...

Kereta Api Lodaya

     Kereta Api Lodaya menghantarkan para penumpangnya dari Stasiun Solo menuju Stasiun Balapan. Ia melayani perjalanan para Kelas Ekonomi Premium serta Eksekutif dengan lintasan berjenis rel berat. Kereta ini berada dalam Baca Selengkapnya...

Kereta Api Logawa

     Kereta Api Logawa memberikan pelayanan dari Stasiun Purwokerto menuju Jember yang melalui Gubeng Surabaya, dan sebaliknya. Nama Logawa sendiri diambil dari sebuah sungai di berlokasi di Baca Selengkapnya...

Kereta Api Malabar

     Kereta Api Malabar merupakan kereta yang melayani keberangkatan Malang-Bandung yang melewati Blitar-Yogyakarta. Penamaan Malabar sendiri diambil dari sebuah Baca Selengkapnya...

Kereta Api Malioboro Ekspres

     Kereta Api Malioboro Ekspres menyediakan Kelas Ekonomi Plus dan juga Eksekutif. Ia dioperasikan oleh KAI untuk melayani rute perjalanan pulang pergi Malang-Yogyakarta. Nama Malioboro diambil dari sebuah Baca Selengkapnya...

Kereta Api Mutiara Selatan

     Kereta Api Mutiara Selatan yang dikenal dengan KA Mutsel merupakan layanan KAI untuk rute perjalanan dari Surabaya ke Stasiun Bandung. Mereka menyediakan kelas Eksekutif dan Premium yang bisa dipilih sesuai keinginan penumpang. Lebih lanjut kereta yang mulai dioperasikan pada Baca Selengkapnya...

Kereta Api Mutiara Timur Malam

     Kereta Api Mutiara Timur Malam merupakan salah satu layanan kereta api berpenumpang Eksekutif dan Ekonomi Plus. Dengan status pengangkutan awal dari Ketapang, kereta akan bergerak menuju Stasiun Yogyakarta. Kereta ini termasuk “pemain lama” karena Baca Selengkapnya...

Kereta Api Mutiara Timur Siang

     Kereta Api Mutiara Timur Siang adalah kereta besutan KAI yang memiliki layanan bagi Kelas Eksekutif dan Ekonomi Plus. Kereta api tersebut melakukan perjalanan dari Ketapang menuju Baca Selengkapnya...

Kereta Api Ranggajati

     Kereta Api Ranggajati menyediakan layanan untuk Kelas Bisnis dan Eksekutif. Di mana mereka melayani rute perjalanan dari Cirebon-Jember dengan total jarak tempuh sebesar 729km. Waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 14 jam 8 menit sehingga Baca Selengkapnya...

Kereta Api Sawunggalih

     Kereta Api Sawunggalih adalah KA yang menghadirkan layanan untuk kelas Ekonomi Premium. Berada di bawah naungan KAI, ia melakukan perjalanan dari Stasiun Kutoarjo ke Baca Selengkapnya...

Kereta Api Singasari Melibas

     Kereta Api Singasari menyediakan rute perjalanan dari Blitar ke Stasiun Pasar Senen di Jawa bagian selatan. Perjalanan ini melewati Purwokerto-Yogyakarta-Solo secara PP. Penamaan KA satu ini diambil dari Baca Selengkapnya...

Kereta Api Sri Tanjung

     Kereta Api Sri Tanjung yang juga disebut Sritanjung adalah kereta besutan KAI yang memberikan layanan bagi penumpang Kelas Ekonomi. Transportasi ini memberikan pelayanan perjalanan dari Lempuyangan menuju Baca Selengkapnya...

Kereta Api Sribilah

     KAI menjadikan Kereta Api Sribilah sebagai transportasi dengan pilihan beberapa kelas. Kereta ini melayani rute perjalanan dari Medan ke Rantau Papat dan begitu pun sebaliknya. Uniknya meski sudah cukup tua, Baca Selengkapnya...

Kereta Api Tegal Bahari

     Hanya ada satu kelas yang disajikan oleh Kereta Api Tegal Bahari yakni Ekonomi. Meski begitu hal ini tidak mengurangi minat masyarakat untuk menggunakannya selama bepergian dari Baca Selengkapnya...


PERSYARATAN DAN KETENTUAN ANGKUTAN PENUMPANG KERETA API

Dengan ini Anda menyatakan persetujuan terhadap Persyaratan dan Ketentuan Angkutan Penumpang Kereta Api termasuk tidak terbatas ketentuan reservasi dan akan mematuhi persyaratan dan ketentuan Reservasi, termasuk pembayaran, mematuhi semua aturan dan pembatasan mengenai ketersediaan tarif serta bertanggung jawab untuk semua biaya yang timbul dari penggunaan fasilitas Reservasi Online Tiket Kereta Api.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhak atas kebijaksanaan untuk mengubah, menyesuaikan, menambah atau menghapus salah satu syarat dan kondisi yang tercantum di sini, dan/atau mengubah, menangguhkan atau menghentikan setiap aspek dari Reservasi Online Tiket Kereta Api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) tidak diwajibkan untuk menyediakan pemberitahuan sebelum memasukkan salah satu perubahan di atas dan/atau modifikasi ke dalam Reservasi Online Tiket Kereta Api.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menggunakan informasi pribadi yang Anda berikan melalui Fasilitas ini hanya untuk tujuan reservasi dan pencatatan database pelanggan PT Kereta Api Indonesia (Persero) termasuk tidak terbatas untuk kepentingan loyalty program.

Anda tidak dibenarkan menggunakan fasilitas ini untuk tujuan yang melanggar hukum atau dilarang, termasuk tetapi tidak terbatas untuk membuat reservasi yang tidak sah, spekulatif, palsu atau penipuan atau menjualnya kembali secara tidak sah. PT Kereta Api Indonesia (Persero) dapat membatalkan atau menghentikan penggunaan atas fasilitas ini setiap saat tanpa pemberitahuan jika dicurigai.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) tidak menjamin bahwa Reservasi Online Tiket Kereta Api akan bebas kesalahan, bebas dari virus atau elemen lain yang berbahaya.

Syarat dan ketentuan fasilitas ini diatur dan ditafsirkan sesuai peraturan internal PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia.

KETENTUAN UMUM

  • Tarif sudah termasuk asuransi.
  • Penumpang berusia 3 tahun atau lebih dikenakan tarif dewasa.
  • Penumpang berusia dibawah 3 tahun (infant) ke satu dari satu penumpang dengan tarif dewasa jika tidak mengambil tempat duduk sendiri tidak dikenakan bea.
  • Tiket hanya berlaku untuk pengangkutan dari stasiun keberangkatan ke stasiun kedatangan sebagaimana tercantum dalam tiket.
  • Dalam hal penumpang memiliki lebih dari satu tiket KA (tiket terpisah) yang memiliki sifat persambungan/terusan, penumpang tertinggal oleh KA terusannya diakibatkan KA yang dinaiki sebelumnya terlambat atau sebab lainnya maka untuk tiket KA terusannya hangus, tidak ada pengembalian bea. Pastikan tersedia waktu yang cukup.
  • Tiket berlaku dan sah apabila nama dan nomor kereta api, tanggal dan jam keberangkatan, kelas dan relasi perjalanan yang tercantum dalam tiket telah sesuai dengan Kereta Api yang dinaiki.
  • Kedapatan tidak memiliki tiket yang sah diatas KA diturunkan dari kereta api pada kesempatan pertama
  • Tiket tidak bisa dibatalkan ataupun diubah jadwal, kecuali ditentukan lain oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

KETENTUAN RESERVASI ONLINE

  • Fasilitas Reservasi Online Tiket Kereta Api hanya berlaku untuk Perjalanan Kereta Api yang tercantum dalam Sistem Reservasi Online Tiket Kereta Api.
  • Reservasi tiket KA dapat dilakukan sesuai dengan waktu pemesanan masing-masing KA yang telah di tetapkan perusahan sampai dengan keberangkatan Kereta Api.
  • Pembayaran Pembelian Tiket Kereta Api Lokal hanya melalui dompet elektronik (e-wallet).
  • Batas waktu Pembayaran untuk transaksi reservasi tiket KA online bergantung dari masing-masing dompet elektronik yang dipilih.

KETENTUAN BAGASI

  • Setiap penumpang diperbolehkan membawa Bagasi kedalam Kereta Api dengan berat maksimum untuk tiap penumpang 20 kg dan dengan volume maksimum 100 dm3 (dengan dimensi maksimal 70 cm x 48 cm x 30 cm), serta sebanyak-banyaknya terdiri dari 4 koli (item Bagasi) tanpa dikenakan bea tambahan.
  • Bagasi yang melebihi berat dan/atau ukuran sebagaimana dimaksud diatas sampai dengan setinggi-tingginya 40 kg atau dengan volume 200 dm3 (dengan dimensi maksimal 70 cm x 48 cm x 60 cm), diperbolehkan dibawa kedalam kereta penumpang dengan dikenakan bea kelebihan Bagasi atau membeli tempat duduk ekstra.
  • Tarif atas kelebihan berat Bagasi sebagai berikut :
    Kereta Api Kelas Eksekutif Rp 10.000,-/kg;
    Kereta Api Kelas Bisnis/Ekonomi Komersial Rp 6.000,-/kg;
    Kereta Api Kelas Ekonomi non Komersial Rp 2.000,-/kg.
  • Pembayaran bagasi dilakukan di stasiun.
  • Bagasi yang melebihi berat dan/atau ukuran sebagaimana dimaksud angka 2 tidak diperbolehkan dibawa ke dalam kabin kereta kecuali Kursi roda manual, kereta bayi, tongkat alat bantu jalan.
  • Sepeda lipat dengan berat paling tinggi 20 (dua puluh) kilogram dan ukuran diameter roda paling tinggi 22 (dua puluh dua) inci, serta memastikan kondisi sepeda lipat tidak berpotensi menimbulkan kerusakan pada sarana kereta.
  • Sepeda dengan jenis selain sepeda lipat sebagaimana dimaksud point diatas, baik dalam kondisi terakit maupun berupa komponen-komponen sepeda yang dikemas sedemikian rupa tidak diperkenankan dibawa kedalam kabin kereta penumpang atau kereta makan.
  • Perusahaan tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan dan/atau kehilangan bagasi penumpang, Setiap penumpang wajib menjaga Bagasi yang dibawanya.
  • Kerusakan pada kereta yang diakibatkan oleh Bagasi penumpang menjadi tanggung jawab penumpang dan diwajibkan membayar ganti rugi sebesar kerugian nyata atas kerusakan dimaksud.
  • Barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa sebagai Bagasi, meliputi:
    • Binatang;
    • Narkotika Psikotropika dan zat adiktif lainnya;
    • Senjata api dan senjata tajam;
    • Papan selancar;
    • Semua barang - barang yang mudah terbakar/meledak;
    • Semua barang - barang yang berbau busuk, amis atau karena sifatnya dapat mengganggu/merusak kesehatan dan mengganggu kenyamanan penumpang lainnya;
    • Barang - barang yang menurut pertimbangan petugas keadaan dan besarnya tidak pantas diangkut sebagai bagasi;
    • Barang yang dilarang oleh peraturan perundang - undangan.

Kedapatan diatas kereta, bagasi penumpang yang berat atau ukurannya melebihi ketentuan dan belum memiliki surat Bagasi,
maka dikenakan suplisi sebesar :

  • Kereta Api kelas Eksekutif sebesar Rp 50.000,- / 5kg;
  • Kereta Api kelas Bisnis/Ekonomi Komersial sebesar Rp 30.000,- / 5kg;
  • Kereta Api kelas Ekonomi non Komersial sebesar Rp 15.000,- / 5kg;
  • Perhitungan berat bagasi dibulatkan ke atas pada kelipatan 5 kg;

LAIN-LAIN

Orang dalam keadaan mabuk dan orang yang dapat mengganggu atau membahayakan penumpang lain, orang yang dihinggapi penyakit menular atau orang yang menurut undang-undang dapat dikenakan peraturan pengasingan untuk kesehatannya dilarang naik kereta api

Semua Perjalanan Kereta Api adalah perjalanan Bebas Asap Rokok, tidak diperkenankan merokok di seluruh rangkaian Kereta Api, kedapatan merokok dan tidak mengindahkan larangan diturunkan distasiun pertama KA berhenti.

SYARAT & KETENTUAN PEMBATALAN ONLINE TIKET KERETA API

  • Pemohon pembatalan adalah penumpang yang bersangkutan atau salah satu penumpang yang data dirinya telah terdaftar pada aplikasi KAI Access serta menggunakan akun KAI Access pemohon.
  • Pembatalan tiket melalui KAI Access dapat dilakukan selambat-lambatnya 3 jam sebelum Kereta Api berangkat dan kode booking yang dimiliki berstatus Paid serta belum dicetak sebagai boarding pass. Jika lewat dari waktu tersebut maka pembatalan dilakukan di loket stasiun online pembatalan.
  • Untuk pembatalan tiket dikenakan pengembalian bea sebesar 25% dari harga tiket dan di luar biaya pemesanan.
  • Pengembalian bea hanya melalui skema transfer bank. Pengembalian bea dapat dikirimkan ke rekening salah satu penumpang yang ada di dalam kode booking tiket yang dibatalkan. Nama dan nomor rekening bank yang diinput harus sesuai dengan nama dan nomor pada buku rekening bank.
  • Bilamana terdapat kesalahan input nama atau nomor rekening bank oleh pelanggan maka proses pembatalan akan ditolak secara sistem dan penumpang dapat melakukan pengambilan tunai di loket stasiun yang ditentukan setelah mendapatkan pemberitahuan melalui SMS blast.
  • Pembatalan secara online juga dapat dilakukan apabila pembelian sebelumnya melalui situs online selain aplikasi KAI Access dan kodebooking dapat masuk ke menu My Trip dan nama yang terdapat di dalam tiket terdaftar sebagai user KAI Access.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui surat elektronik (Email) ke alamat [email protected]


      Perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru,
      untuk penumpang kereta api jarak jauh serta menengah diatur oleh
      PT Kereta Api Indonesia Persero dengan persyaratan dan ketentuan sebagai berikut :

    • Penumpang dari / ke tujuan Jakarta wajib memiliki surat ijin keluar masuk (SIKM) wilayah DKI Jakarta, kecuali sektor yang dikecualikan berdasarkan Pergub DKI Jakarta No. 47 tahun 2020.
    • Penumpang dalam kondisi sehat tidak menderita flu, pilek, batuk dan demam.
    • Menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji Rapid-Test dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.
    • Menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas test PCR dan/atau Rapid-Test.
    • Apabila pada saat proses boarding kedapatan penumpang yang tidak memenuhi ketentuan diatas, maka tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan kereta api dan tiket dapat dibatalkan mendapat pengembalian bea penuh.
    • Wajib menggunakan masker. Masker dan face shield (untuk penumpang kereta api jarak jauh dan menengah) tetap wajib dipakai dari stasiun keberangkatan, dalam perjalanan sampai zona 2 (dua) stasiun tujuan.
    • Menggunakan pakaian pelindung (jaket/pakaian lengan panjang).
    • Untuk penumpang kereta api lokal atau komuter, berlaku hanya ketentuan poin 4 - 7 di atas dan tetap wajib menerapkan dan mematuhi protokoler kesehatan yang telah ditentukan oleh perusahaan.
    • Khusus penumpang infant wajib membawa face shield sendiri.
    • Kapasitas angkut yang disediakan diatur secara bertahap, mulai paling banyak 70% dari kapasitas tempat duduk.
    • Suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celcius.
    • Calon penumpang dihimbau datang lebih awal ke stasiun paling lambat 30 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta api untuk selanjutnya melakukan proses boarding dan verifikasi syarat ketentuan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dana man corona virus disease 2019.
    • Penumpang wajib mengikuti dan mematuhi instruksi petugas, baik selama di stasiun maupun di atas kereta api.

      Pemberitahuan Perubahan Syarat dan Ketentuan Naik Kereta Api
      di Pulau Jawa dan Sumatera Mulai Tanggal 30 Agustus 2022 :

    • Pelaku perjalanan dengan usia 18 tahun ke atas wajib telah mendapatkan vaksin dosis ketiga (booster) ;
    • Pelaku perjalanan yang berstatus WNA (Warga Negara Asing), berasal dari perjalanan luar negeri dengan usia 18 tahun ke atas wajib telah mendapatkan vaksin kedua;
    • Pelaku perjalanan dengan usia 6-17 tahun wajib telah mendapatkan vaksin dosis kedua;
    • Pelaku perjalanan dengan usia 6-17 tahun berasal dari perjalanan luar negeri dikecualikan dari kewajiban vaksinasi.
    • Pelaku perjalanan dengan usia di bawah 6 tahun dikecualikan terhadap syarat vaksinasi namun wajib melakukan perjalanan dengan pendamping yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi covid2-19;
    • Pelaku perjalanan yang diatur dalam poin 3a s.d 3e tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen dan dapat melakukan perjalanan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat;
    • Pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi dikecualikan terhadap syarat vaksinasi, tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen dan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi covid2-19
    • Suhu badan tidak lebih dari 37,3°C
    • Penumpang wajib menggunakan masker kain 3 (tiga) lapis atau masker medis menutupi hidung, mulut dan dagu selama perjalanan kereta api dan selama berada di stasiun kereta api atau ketika berada dalam kondisi kerumunan;
    • Mengganti masker secara berkala setiap empat jam, dan membuang limbah masker di tempat yang disediakan;
    • Mencuci tangan secara berkala menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer terutama setetah menyentuh benda yang disentuh orang lain;
    • Menjaga jarak minimal 1,5 meter dengan orang lain serta menghindari kerumunan;
    • Wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas dan menghindari makan bersama serta menggunakan hand sanitizer (6M);
    • Dihimbau untuk tidak berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.


Info Grafik Perbedaan Kategori Tiket
Berdasarkan Kelas Ekonomi, Bisnis dan Eksekutif

tiket kereta api